Implan Retina Kembalikan Fungsi Penglihatan Nenek 88 Tahun di London

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    ilustrasi mata. tracyandmatt.co.uk

    ilustrasi mata. tracyandmatt.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Usia lanjut tidak menghalangi seorang perempuan asal London Timur, Inggris, menerima implan retina untuk mengembalikan fungsi penglihatannya. Perempuan 88 tahun itu mengalami Age Macula Degeneration atau AMD.

    Pembedahan implan retina berlangsung di Rumah Sakit Mata Moorfields dengan menyisipkan mikro cip berukuran 2 milimeter. Setelah operasi selesai, pasien diminta menggunakan kaca mata yang telah dilengkapi dengan kamera dan tersambung ke sebuah komputer yang terpasang pada ikat pinggang. Komputer dan kamera tersebut bekerja sebagai pengganti fungsi penglihatan.

    "Saya sangat senang menjadi orang pertama yang menerima implan retina ini," kata perempuan itu seperti dikutip dari BBC pada Sabtu, 22 Januari 2022. Kondisi Age Macula Degeneration atau AMD merupakan jenis penyakit degenratif pada mata yang belum ada obatnya. Sebagian besar penderita AMD adalah orang lanjut usia di atas 80 tahun.

    Implan retina dengan mikro cip ini memberikan harapan bagi pasien Age Macula Degeneration dan Geographic atrofi atau GA untuk dapat melihat dengan metode berbeda. Hingga kini, sekitar 6 persen manula mengalami GA dengan gejala yang hampir sama dengan AMD. Keluhan yang umum terjadi adalah cairan mata di balik retina mengering dan merusak jaringan di sekitar retina. Sama seperti AMD yang belum ada obatnya, ini pula yang terjadi pada pasien GA.

    Dalam keterangan tertulis, Rumah Sakit Mata Moorfields menyatakan, cara kerja retina buatan ini melibatkan algoritma kecerdasan buatan yang memproses dan menginstruksikan kacamata tentang apa yang harus difokuskan. Kacamata kemudian memproyeksikan gambar sebagai sinar infra-merah melalui mata, kemudian data tersebut masuk dalam chip, dan mengubahnya menjadi sinyal listrik yang dapat ditangkap otak. Oleh otak, sinyal listrik itu ditangkap seolah penglihatan alami.

    Konsultan Ahli Bedah Vitreoretinal Rumah Sakit Mata Moorfields, Mahi Muqit mengatakan, terobosan teknologi ini amat bermanfaat bagi pasien yang menderita kehilangan penglihatan karena AMD. "Keberhasilan operasi dan bukti yang dikumpulkan melalui studi klinis menentukan ada potensi dalam metode perawatan ini," ujarnya.

    Baca juga:
    Degerasi Makula Bisa Akibatkan Kebutaan Lansia, Lakukan Cek Mata Berkala

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ini 10 Negara dengan Tingkat Inflasi Tertinggi dan Kondisi Indonesia

    Dunia sedang mengalami inflasi tinggi sejak wabah Covid-19 melanda dan makin parah saat invasi Rusia ke Ukraina. Bagaimana kondisi Indonesia?