Riset: Penyandang Disabilitas Paling Rentan Terkena Dampak Buruk Perubahan Iklim

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Presiden COP26 Alok Sharma menerima tepuk tangan saat Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP26) di Glasgow, Skotlandia, Inggris 13 November 2021. [REUTERS/Phil Noble]

    Presiden COP26 Alok Sharma menerima tepuk tangan saat Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP26) di Glasgow, Skotlandia, Inggris 13 November 2021. [REUTERS/Phil Noble]

    TEMPO.CO, Jakarta - Perubahan iklim memiliki pengaruh terhadap kelompok rentan, salah satunya penyandang disabilitas. Penelitian organisasi Christian Blind Mission atau CBM Global menunjukkan lebih dari 20 persen dampak buruk perubahan iklim dirasakan oleh populasi penyandang disabilitas di muka Bumi.

    "Dampaknya mulai dari isu ketahanan pangan, seperti yang terjadi di Madagaskar, hingga kebijakan tanggap darurat yang perlu melibatkan kebijakan kemanusiaan di Bangladesh," kata Mary Keogh, Disability Inclusion Director CBM Global, seperti dikutip dari Podcast BBC pada Oktober 2021. "Dari semua implikasi perubahan iklim, penyandang disabilitas selalu mengalami dampak terburuk."

    Penelitian itu mengungkapkan imbas perubahan iklim tidak hanya terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah, melainkan pula di beberapa negara maju. Musababnya, secara natural, kebijakan dan program evakuasi sering kali tidak dapat dilakukan oleh penyandang disabilitas.

    Tumpukan puing-puing dan batang pohon menutupi jalanan setelah banjir menerjang Kreuzberg, di Jerman, 17 Juli 2021. REUTERS/Wolfgang Rattay

    Mary Keogh mencontohkan, banjir di Jerman yang menewaskan 13 penyandang disabilitas intelektual. Menurut dia, tidak ada orang yang berpikir bagaimana prosedur evakuasi dan mitigasi untuk difabel mental interlektual. Sebab itu, menurut Mary Keogh, harus ada perubahan kebijakan yang berpihak kepada penyandang disabilitas. Mulai dari tanggap darurat hingga jaminan sosial bagi difabel yang terdampak.

    Konferensi perubahan iklim COP 26 di Glasgow yang berlangsung pada 31 Oktober sampai 12 November 2021, menyepakati setiap negara harus menjaga kenaikan temperatur cuaca tidak lebih dari 1,5 derajat Celcius. Untuk mencapai target tersebut, setiap negara wajib melaporkan kadar emisi mereka sekaligus membuat kebijakan yang dapat mengedukasi masyarakat untuk berpartisipasi, salah satunya kelompok paling terdampak, yakni penyandang disabilitas.

    Baca juga:
    Penyandang Disabilitas Intelektual Menjalani Hukuman Mati di Amerika Serikat

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah dan KPU Putuskan Pemilu Serentak 14 Februari 2024, Begini Jadwalnya

    Pemilu 2024 akan digelar pada 14 Februari 2024. KPU telah membuat rancangan tahapan dan jadwal pemilu meliputi pemilhan Presiden, DPR, DPRD, dan DPD.