Dizzy Bility, Penari tanpa Penglihatan dan Pendengaran

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Dizzy Bility, penyandang disabilitas pendengaran dan penglihatan atau Deaf Blind. Instagram

    Dizzy Bility, penyandang disabilitas pendengaran dan penglihatan atau Deaf Blind. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang penyandang disabilitas pendengaran dan penglihatan atau Deaf Blind, Dizzy Bility tetap mampu berkarya sebagai pekerja seni. Tanpa penglihatan dan mendengar dengan alat bantu, Dizzy Bility menari mengikuti alunan musik.

    "Saya adalah seorang penari yang bertumbuh. Meskipun tidak bisa mendengar musik dengan baik, saya bekerja keras untuk mengingat segala sesuatu yang saya rasakan," kata Dizzy Bility seperti dikutip dari situs berita ABC News, Sabtu 27 November 2021. Perempuan asal Sydney, Australia, ini lahir dengan Usher Syndrome tipe 2.

    Kondisi tersebut mengakibatkan dia kehilangan penglihatan dan pendengaran secara perlahan. Keterbatasan pendengaran dan penglihatan membuat Dizzy memiliki cara tersendiri dalam mengakses informasi, termasuk musik pengiring ketika berada di atas panggung.

    Demi mewujudkan cita-citanya sebagai pekerja seni, Dizzy bergabung dengan sebuah komunitas tari bernama Drag. "Tidak mudah untuk melakukannya dan semua orang mengerti itu. Namun mereka selalu menerima saya dan memberi ruang yang merupakan bukti komitmen komunitas," kata Dizzy.

    Dizzy Bility, penyandang disabilitas pendengaran dan penglihatan atau Deaf Blind. Instagram

    Dalam menjalankan profesinya, Dizzy tetap melibatkan seorang pendamping. Bila tidak ada pendamping, Dizzy mengajak serta teman-temannya di sesama komunitas. "Klub di sini selalu mengizinkan saya memiliki seseorang untuk membantu. Semua orang tahu tentang saya dan semua teman telah membantu," katanya.

    Dizzy Bility menyebut diri sebagai Deaf Blind Warrior. Selain bekerja sebagai aktris kabaret dan penari, Dizzy Bility juga berkampanye tentang isu disabilitas melalui kanal YouTube. "Saya harap dapat mengubah persepsi orang tentang segala yang berkaitan dengan dunia difabel," katanya.

    Dizzy melanjutkan, setiap pertunjukannya mendapatkan respons yang positif dari penonton. Respons itu muncul terutama ketika Dizzy berbagi pengalaman hidup menjalani keseharian sebagai seorang difabel yang berkecimpung di dunia non-difabel. Dia bercerita sebagai alat kampanye, terutama mengenai pengalaman hidup sebagai seorang penyandang disabilitas.

    Baca juga:
    7 Cara Berkomunikasi dengan Penyandang Deaf Blind atau Tuli Netra

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah dan KPU Putuskan Pemilu Serentak 14 Februari 2024, Begini Jadwalnya

    Pemilu 2024 akan digelar pada 14 Februari 2024. KPU telah membuat rancangan tahapan dan jadwal pemilu meliputi pemilhan Presiden, DPR, DPRD, dan DPD.