Perhatikan Penempatan Saklar dan Tinggi Meja Dapur Agar Terakses Difabel

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi interior dapur. Pixabay.com/StockSnap

    Ilustrasi interior dapur. Pixabay.com/StockSnap

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu bagian rumah yang banyak mengakomodasi aktivitas pemilik adalah dapur dan saklar. Faktanya, tidak semua dapur dan saklar lampu dapat diakses oleh penyandang disabilitas. Sebab itu, terdapat beberapa kriteria dapur dan penempatan saklar lampu supaya mudah dijangkau oleh difabel.

    Pendiri gerakan advokasi Bandung Independent Living Center atau BILIC dan komunitas kajian aksesibilitas Jakarta Barier Free Tourism (JBFT), Faisal Rusydi, terdapat beberapa ukuran pada dapur dan saklar lampu yang dapat terakses penyandang disabilitas, khususnya pengguna kursi roda.

    "Tinggi meja dapur bagi pengguna kursi roda idealnya sekitar 60 sentimeter," kata Faisal dalam acara bedah buku Living and Learning in Dignity yang diadakan Universitas Kristen Petra Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis 29 April 2021.

    Arsitek bidang aksesibilitas dari Queensland University of Technique, Australia, Gunawan Tanuwijaya mengatakan, standar tinggi meja dapur atau kitchen set yang dipakai pada umumnya lebih tinggi dari itu, yakni 85 - 90 sentimeter. "Dengan ukuran tersebut, permukaan meja akan sulit dijangkau bagi pengguna kursi roda," kata Gunawan yang juga dosen arsitektur di Universitas Kristen Petra Surabaya.

    ADVERTISEMENT

    Ilustrasi desain rumah. Shutterstock

    Selain tinggi meja dapur, ketinggian saklar dalam rumah juga perlu disesuaikan bagi pengguna kursi roda. Biasanya, saklar lampu diposisikan sejajar dengan mata orang dewasa atau sekitar 130 sentimeter. Tentu saja letak saklar yang terlalu tinggi akan menyulitkan pengguna kursi roda untuk meraihnya.

    "Bagi pengguna kursi roda, letak saklar idealnya 40 sentimeter dari lantai," kata Faisal. Supaya saklar tidak menarik perhatian anak-anak, ada baiknya saklar dilengkapi tutup dan dibuat senada dengan warna cat dinding.

    Konsep hunian akan memenuhi unsur inklusi bila dapat digunakan oleh setiap orang alias universal design. Meski begitu, bukan berarti semua desain tinggi meja dapur dan saklar lampu harus diseragamkan, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis ragam disabilitas. Misalkan pada beberapa ragam disabilitas, unsur warna atau tata letak dapat berpengaruh.

    Baca juga:
    Universitas Kristen Petra Surabaya Desain Rumah Ramah Difabel dan Cegah Covid-19


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?