Kisah Heroik Ibunda Pangeran Philip, Insan Tuli yang Berjuang di Medan Perang

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratu Elizabeth dan Pangeran Philip di istana Buckingham. REUTERS/Kieran Doherty/Files

    Ratu Elizabeth dan Pangeran Philip di istana Buckingham. REUTERS/Kieran Doherty/Files

    TEMPO.CO, Jakarta - Pangeran Philip yang bergelar The Duke of Edinburgh meninggal pada Jumat, 9 April 2021. Suami Ratu Elizabeth II dari Kerajaan Inggris Raya ini memiliki pengalaman yang begitu dekat dengan penyandang disabilitas, khususnya difabel pendengaran.

    Menurut sejarawan sekaligus penulis buku The Duke of Edinburgh, Philips Eadb, ibunda Pangeran Philip bernama Putri Alice of Battenberg. Dia penyandang disabilitas Rungu atau Tuli sejak lahir. "Putri Alice terlahir dengan disabilitas pendengaran total dan mampu menorehkan pencapaian yang luar biasa," tulis Eadb seperti dikutip dari BBC News, Sabtu 10 April 2021.

    Dalam buku tersebut tertulis, Alice adalah seorang pemberani dan tidak membiarkan kondisi disabilitas membebaninya. Ibunda Pangeran Philip ini membaktikan diri pada aktivitas kemanusiaan milik peraih Nobel Perdamaian, Florence Nightingale pada perang Balkan tahun 1912. "Alice of Battenberg mengabdikan diri sebagai perawat para korban perang garis terdepan," tulis Philip Eadb.

    Pangeran Philip dari Inggris, Duke of Edinburgh, menghadiri Epsom Derby di Epsom, selatan London, 1 Juni 2013. [REUTERS / Andrew Winning]

    Putri Alice terlahir sebagai ningrat dari seorang ayah yang bernama Pangeran Louis dari Battenberg. Karena kiprah kakek Pangeran Philips yang berani di perang dunia pertama, nama keluarga ibunda Pangeran Philips, Mountbatten dijadikan salah satu nama pegunungan di Inggris Raya.

    Terlahir sebagai penyandang disabilitas pendengaran, Alice mampu berkomunikasi dengan baik kepada non-difabel. "Dia mampu membaca gerak bibir dalam berbagai macam bahasa," tulis Eadb.

    Baca juga:
    4 Ungkapan Duka Anak-anak Pangeran Philip


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.