Risma Minta Produk Daur Ulang Kertas Difabel di Palu Dikirim ke Jakarta

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pelajar mendaur ulang sampah kertas menjadi gunung di Sekolah Dasar Negeri Tanah Tinggi 1, Tangerang, Banten, 20 Februari 2016. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Para pelajar mendaur ulang sampah kertas menjadi gunung di Sekolah Dasar Negeri Tanah Tinggi 1, Tangerang, Banten, 20 Februari 2016. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sosial Tri Rismaharini minta supaya hasil karya difabel yang mendaur ulang kertas di Balai Disabilitas Nipotowe di Palu, Sulawesi Tengah, dikirim ke Jakarta.

    "Tolong produksinya dikirim ke Jakarta, hasilnya kami kembalikan," kata Risma seperti dikutip dari keterangan tertulis pada Minggu, 7 Februari 2021. Risma berharap hasil daur ulang kertas karya penyandang disabilitas intelektual binaan Balai Disabilitas Nipotowe, Palu, dapat membuat difabel lebih sejahtera.

    Balai Disabilitas Nipotowe bekerja sama dengan Yayasan Kumala dan Lembaga Pengolahan Sampah Nusantara dalam mengadakan pelatihan mendaur ulang kertas. Kepala Balai Disabilitas Nipotowe, Syaiful Samad meyakini penyandang disabilitas interlektual mampu mendaur ulang kertas.

    "Mendaur ulang kertas dapat menjadi peluang usaha bagi difabel karena unik, punya pasar tersendiri, ramah lingkungan, dan dikerjakan oleh penyandang disabilitas intelektual," katanya. Syaiful berharap hasil karya penyandang disabilitas intelektual ini dapat bermanfaat bagi masyarakat.

    Syaiful mengakui banyak orang meragukan kemampuan difabel intelektual dalam berkarya. "Kami ingin mengubah stigma itu dan membuktikan kalau penyandang disabilitas intelektual juga bisa mandiri, membuat produk berkualitas, bernilai seni, dan bersaing dengan yang lain," ucapnya.

    Pelatih dari Yayasan Kumala, Dindin mengatakan kegiatan mendaur ulang kertas dapat dilakukan penyandang disabilitas karena proses sederhana dan tidak membutuhkan keahlian khusus. "Daur ulang kertas adalah seni mengolah sampah menjadi barang bernilai," katanya.

    Agar lebih banyak orang yang dapat memahami daur ulang kertas hingga menjadi produk berkualitas, Balai Disabilitas Nipotowe membuka pelatihan untuk pelatih atau training for trainer dengan kuota 30 orang. Peserta pelatihan terdiri dari beberapa lembaga di sekitar Kota Palu, yaitu LKS Tadulako, Mekar Abadi Sigi, Muhamadiyah Palu, Gerkatin, hingga orang tua dan difabel intelektual.

    Baca juga:
    Sekarang Ada Juru Bahasa Isyarat di Setiap Konferensi Pers Polri


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Obat Sakit Perut Alami

    Berikut bahan alami yang kamu perlukan untuk membuat obat sakit perut alami di rumah.