Jacob Goddam, Atlet Bowling Nasional Amerika Difabel Netra dan Tuli

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet bowling Amerika difabel netra dan tuli, Jacob Goddam. Foto: KCRA 3 Sports

    Atlet bowling Amerika difabel netra dan tuli, Jacob Goddam. Foto: KCRA 3 Sports

    TEMPO.CO, Jakarta - Jacob Goddam asal Modesto, California, Amerika Serikat, menjadi atlet bowling difabel netra dan tuli atau deaf-blind pertama di Amerika Serikat yang berhasil menjuarai empat turnamen bowling nasional berturut-turut.

    Kiprah inklusi Jacob Goddam di dunia bowling cukup diperhitungkan. Remaja lulusan Helen Keller Institut ini tidak hanya melawan atlet paralympic melainkan atlet dari kelompok non-disabilitas.

    Di usia 17 tahun, Jacob Goddam telah mengikuti lebih dari 300 kejuaraan bowling. "Awalnya saya melempar bola bowling berkali-kali dan tidak satupun yang mengenai pin sasaran dengan baik," kata Jacob Goddam seperti dikutip dari wawancara KCRA 3 Sport pada Rabu, 16 Desember 2020.

    Sering berlatih membuatnya kian lihai memainkan dan melempar bola bowling hingga tepat sasaran dan merobohkan semua pin. "Saya senang kini banyak lemparan saya yang tepat sasaran," ujar dia. Jacob Goddam pertama kali mengenal bowling dari sepupunya yang juga difabel autisme, sekitar 4 tahun lalu.

    Jacob Goddam takjub dengan olahraga bowling. "Sepupuku bilang, 'kamu harus mencoba bowling karena permainan ini sangat menarik'," ujar Jacob meniru ucapan sepupunya. Dia menuruti dan pada akhirnya 'jatuh cinta' pada bowling.

    Kemampuan Jacob Goddam di cabang olahraga bolwing langsung dilirik oleh induk olahraga bowling Amerika dan Asosiasi Bowling Amerika untuk tunanetra. Atas prestasinya, Jacob mendapat beasiswa melanjutkan kuliah di sebuah universitas di New York.

    "Saya ingin menjadi instruktur bowling atau menjadi guru," kata Jacob Goddam yang tetap memiliki artikulasi baik dan jelas. Ibu Jacob Goddam, Sherry Goddam mengatakan putranya lahir prematur 12 minggu sebelum hari perkiraan lahir. Saat itu, Jacob Goddam kekurangan oksigen sehingga mengakibatkan fungsi penglihatan dan pendengarannya belum sempurna.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI Nyatakan Vaksin Covid-19 Sinovac Berstatus Halal, Ini Alasannya

    Keputusan halal untuk vaksin Covid-19 itu diambil setelah sejumlah pengamatan di fasilitas Sinovac berikut pengawasan proses pembuatan secara rinci.