Dewi Yull Berbagi Motivasi untuk Orang Tua dengan Anak Berkebutuhan Khusus

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi  Dewi Yull. TEMPO/Dasril Roszandi

    Penyanyi Dewi Yull. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Dewi Yull menyemangati orang tua dengan anak berkebutuhan khusus. Dewi Yull mengatakan anak tetaplah karunia Tuhan dan Tuhan itu adil dan penyanyang.

    "Tetap semangat untuk para pendidik dan orang tua. Terus berikan kasih sayang, mau mendengar, beri kesempatan mereka untuk membuktikan bakat yang belum tertampang," kata Dewi Yull dalam pembukaan Kompetisi Teknologi Informasi dan Komunikasi tingkat nasional untuk penyandang disabilitas di Jakarta, Jumat 27 November 2020. Para orang tua, pendamping, dan guru, menurut Dewi Yull, jangan pernah lelah memberikan semangat dan tidak membedakan anak-anak mereka yang difabel maupun non-difabel.

    Memiliki dua anak tuli, menurut Dewi Yull, bukan sesuatu yang memberatkan hidupnya. Dewi Yull mengatakan, kehadiran anak-anak dalam kondisi apapun merupakan hadiah terindah dari Tuhan. "Saya tidak membedakan anak-anak. Kalau mereka berprestasi, saya beri apresiasi, begitu juga kalau salah, ditegur," katanya.

    Panji Surya Sahetapy. (instagram/@suryasahetapy)

    Dewi Yull menambahkan, orang tua, pendamping, dan guru perlu memahami bahwa kekurangan yang terlihat merupakan kelebihan yang tersembunyi. Seperti diketahui, anak Dewi Yull, Panji Surya Sahetapy telah lulus dari Associate of Science in Applied Liberal Arts -Immersions: ASL and Deaf Studies di New York, dengan gelar Cum Laude.

    Surya pernah mengajarkan Presiden Joko Widodo berkomunikasi dengan bahasa isyarat saat Asian Paragames 2018. Lewat Instagram, Surya kerap berbagi pengetahuan tentang bahasa isyarat. Dia juga aktif menyampaikan pesan kesetaraan dan pentingnya aksesibilitas untuk difabel.

    Mengenai aksesibilitas, Dewi Yull berharap agar film Indonesia dilengkapi dengan teks percakapan atau subtitle agar difabel tuli dapat memahami jalan ceritanya. "Anak-anak saya yang tuli memilih menonton film luar negeri karena ada teksnya, tapi film Indonesia tidak ada. Rasanya seperti menonton film tanpa suara," kata Dewi Yull.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.