Metode Dialog Random Supaya Penyandang Disabilitas dan Non-Difabel Setara

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yayasan Helping Hands membuat dialog random Kata Kita agar terbangun kesetaraan antara penyandang disabilitas dan non-difabel. Foto: Instagram yayasan.helpinghands

    Yayasan Helping Hands membuat dialog random Kata Kita agar terbangun kesetaraan antara penyandang disabilitas dan non-difabel. Foto: Instagram yayasan.helpinghands

    TEMPO.CO, Jakarta - Yayasan Helping Hands mempraktikkan metode sederhana agar terbangun kesetaraan antara penyandang disabilitas dan non-disabilitas. Bemula dari komunikasi, difabel dan non-difabel dapat saling memahami tanpa perlu mengenal lebih dulu.

    Direktur Eksekutif Yayasan Helping Hands, Wendy Kusumowidagdo menjelaskan metode unik itu dalam acara Kata Kita Memulai Sebuah Dialog, pada Rabu 28 Oktober 2020. Caranya, melakukan dialog acak dengan dua orang yang tidak saling kenal. Kemudian mereka disodorkan tiga kartu kata kita dan harus menjawab pertanyaan pada kartu itu seketika setelah membacanya.

    "Kami berharap dialog yang tercipta dari pertanyaan random antar-orang yang tidak saling mengenal dapat memberikan insight baru tentang dunia disabilitas," ujar Wendy Kusumowidagdo. "Tidak ada jawaban benar atau salah karena kegiatan ini untuk membentuk sebuah sudut pandang baru."

    Dialog antara penyandang disabilitas dan non-difabel ini berlangsung selama sekitar 45 menit. Pertanyaan dalam kartu Kata Kita dibuat sedikit mengejutkan karena mmenyentuh simpul emosi, agar dapat dijawab dengan jujur. Setiap peserta tidak diberikan kesempatan untuk menjawab secara normatif.

    Contoh, ada pertanyaan 'bila sehari saja menjadi penyandang disabilitas, apakah kamu bersedia?'. Seorang peserta dialog random Kata Kita, Listra mengaku terkejut ketika mendapati pertanyaan itu. "Pertanyaan ini membuat saya berpikir lebih dalam apakah sebenarnya konsep disabilitas? Apakah ada pengertiannya di KBBI atau apakah jangan-jangan sebenarnya saya adalah seorang penyandang disabilitas?" katanya.

    Peserta dialog random Kata Kita lainnya, Henry mengatakan permainan ini mengasyikkan. Selain membangun kesetaraan, dia tak lagi merasa bosan saat berada di rumah selama pandemi Covid-19. "Saya juga dapat mencurahkan isi hati karena bertemu orang banyak dari berbagai macam latar belakang dan daerah," ujar pelajar SMK dari Makassar, Sulawesi Selatan, ini.

    Untuk mengkampanyekan dialog kesetaraan tersebut, Yayasan Helping Hands membuka pendaftaran bagi setiap orang yang ingin berpartisipasi dalam Kata Kita melalui Instagram. Setelah mendaftar, peserta akan mendapatkan akun pertemuan virtual dan jadwal tanya jawab.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alur Vaksinasi Covid-19

    Kementerian Kesehatan menetapkan alur vaksinasi Covid-19. Mulai dari pengadaan dan produksi, hingga pelaporan dan integrasi.