Rambu Menulis Berita Penyandang Disabilitas, Hindari Istilah Berikut

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswi difabel belajar membuat batik tulis  di Panti Sosial Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Mental Sensorik Netra Rungu Wicara tubuh, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat di Kota Cimahi, Jumat, 22 September 2020. Pelajar tetap ikut kelas kriya dan batik selama pandemi guna melatih kemandirian serta membentuk potensi difabel untuk berwirausaha. TEMPO/Prima Mulia

    Siswi difabel belajar membuat batik tulis di Panti Sosial Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Mental Sensorik Netra Rungu Wicara tubuh, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat di Kota Cimahi, Jumat, 22 September 2020. Pelajar tetap ikut kelas kriya dan batik selama pandemi guna melatih kemandirian serta membentuk potensi difabel untuk berwirausaha. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat menyampaikan sejumlah rambu dalam memberitakan isu penyandang disabilitas. Menurut dia, ada sejumlah istilah yang mesti dihindari karena tidak relevan, melenceng, dan membuat difabel kian terstigma di masyarakat.

    "Konstruksi sosial pemberitaan yang keliru akan menempatkan penyandang disabilitas dalam posisi yang tidak menguntungkan," kata Harry Hikmat dalam acara Focus Group Discussion 'Mewujudkan Pedoman Berita Ramah Penyandang Disabilitas' bersama Dewan Pers, Senin 26 Oktober 2020. Kondisi ini kian merugikan ketika isu tentang penyandang disabilitas jarang diliput, dan ketika ditampilkan, mereka kerap mendapat stereo tipe negatif dan tidak direpresentasikan dengan tepat.

    Berikut daftar istilah yang mesti dihindari saat menulis berita tentang penyandang disabilitas:

    1. Orang cacat
      Gunakan istilah penyandang disabilitas sesuai dengan Undang-undang Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

    2. Orang buta
      Gunakan istilah netra atau orang yangg mengalami gangguan penglihatan.

    3. Orang gila, psikotik
      Gunakan kalimat orang dengan gangguan jiwa atau orang dengan skizofrenia.

    4. Budeg, gagu
      Gunakan istilah penyandang disabilitas rungu atau penyandang disabilitas wicara.

    5. Idiot, tolol, otak lambat
      Gunakan kalimat penyandang disabilitas intelektual

    6. Orang normal
      Gunakan istilah non-disabilitas

    7. Terserang sklerosis ganda, kelainan saraf
      Gunakan istilah penyandang Cerebral Palsy

    8. Cacat dari lahir, deformitas
      Gunakan kalimat penyandang disabilitas sejak lahir.

    9. Dibatasi oleh kursi roda, terikat atau terpaku pada kursi roda
      Gunakan kalimat orang yang menggunakan kursi roda atau pengguna kursi roda.

    10. Lumpuh
      Gunakan kalimat penyandang disabilitas fisik atau orang yang menggunakan alat bantu jalan.

    11. Serangan, kutukan, sawan
      Gunakan istilah kejang

    Dalam menulis konten tentang penyandang disabilitas, Harry Hikmat juga mengingatkan agar wartawan fokus terhadap orangnya, bukan disabilitasnya, menekankan pada kemampuan penyandang disabilitas, dan keaktifan disabilitas dalam lingkungan bermasyarakat.

    "Beri kesempatan penyandang disabilitas untuk bersuara, mengungkapkan pendapat, dan pikirannya," kata dia. "Jangan terlalu menekankan adanya pahlawan disabilitas."  Dan yang juga penting adalah tidak menggunakan istilah yang memberikaan penekanan negatif dan gunakan istilah sesuai peraturan perundang-undangan.

    Ketua Dewan Pers, M. Nuh mengatakan media massa bertugas mengedukasi, mencerahkan, dan menyampaikan informasi kepada publik. "Intinya bagaimana media bisa turut membantu memberdayakan dan memperkuat saudara-saudara kita yang membutuhkan pendekatan khusus," kata Nuh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alur Vaksinasi Covid-19

    Kementerian Kesehatan menetapkan alur vaksinasi Covid-19. Mulai dari pengadaan dan produksi, hingga pelaporan dan integrasi.