4 Hal Penting Bagi Difabel Dewasa Saat Kembali Mengemudi

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perempuan mengemudi. Shutterstock.com

    Ilustrasi perempuan mengemudi. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, JakartaDifabel yang mengalami kondisi disabilitas saat dewasa tetap dapat menjalani kegiatan sehari-hari dengan melakukan penyesuaian kemampuan dan akses yang baik. Selain teknologi yang semakin ramah kepada difabel, banyak lembaga yang menerapkan prinsip penyetaraan kemampuan bagi penyandang disabilitas melalui ruang inklusi.

    Salah satunya adalah pengembalian kemampuan mengemudi bagi penyandang disabilitas fisik yang mengalami kondisi disabilitas saat dewasa. Menurut Driver and Vehicle Licensing Agency atau DVLA di Inggris, terdapat empat hal yang harus diperhatikan dan dilakukan sebelum kembali mengemudi, khususnya mobil.

    1. Kesiapan mental dan pengetahuan tentang peraturan lalu lintas
      Seorang difabel yang hendak mengemudi harus siap mental dan memahami apa kebutuhannya. Penyandang disabilitas yang ingin kembali duduk di belakang kemudi harus melapor kepada lembaga otoritas yang khusus mengatur tata cara berkendara di jalan umum.

      Di Inggris, lembaga tersebut adalah DVLA. Pelaporan ini penting agar DVLA dapat membantu pengendara difabel untuk memperoleh kemudahan modifikasi kendaraan dan pelatihan penggunaannya sebelum kembali mengaspal.

    2. Belajar mengoperasikan kendaraan
      Pada prinsipnya, mengoperasikan kendaraan sebelum kondisi disabilitas dan sesudah disabilitas tidak memiliki perbedaan signifikan. Hanya perlu beberapa penyesuaian kebiasaan, terutama pada kendaraan yang dimodifikasi.

      Misalkan mobil matic, yang biasanya pengoperasian pedal rem dan gas menggunakan kaki, dapat diubah menjadi dioperasikan oleh tangan. Tentu pengoperasian dengan tangan ini memerlukan waktu untuk belajar dan penyesuaian.

    3. Modifikasi kendaraan atau membeli yang baru sesuai kondisi tubuh
      Sebaiknya calon pengendara dengan disabilitas mengetahui secara mendalam jenis dan spesifikasi kendaraan yang dimilikinya. Musababnya, semua kendaraan yang digunakan oleh difabel berpotensi mengalami pengubahan signifikan yang dapat mempengaruhi performa kendaraan. Calon pengendara harus melakukan riset dan perbandingan sebelum memodifikasi atau membeli kendaraan.

    4. Berkonsultasi secara langsung ke pabrik kendaraan
      Dengan melakukan konsultasi dan perbandingan langsung ke pabrik kendaraan, seorang pengedara disabilitas dapat mengetahui tipe kendaraan yang dibutuhkannya. DVLA menyarankan, pengendara membuat beberapa kriteria ideal yang tidak sebatas pada performa kendaraan tapi juga kenyamanan pengguna.

      Misalkan, adaptasi fungsi tubuh pengendara terhadap kendaraan saat dioperasikan. DVLA di Inggris menyediakan saluran telepon khusus ke 24 pabrik mobil kepada penyandang disabilitas fisik yang ingin membeli kendaraan.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.