Tips Buat Penyandang Disabilitas Netra Berinvestasi di Pasar Modal

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas pergerakan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 10 September 2020. Penghentian perdagangan saham dilakukan pada pukul 10.36 WIB. Tempo/Tony Hartawan

    Aktivitas pergerakan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 10 September 2020. Penghentian perdagangan saham dilakukan pada pukul 10.36 WIB. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Akses penyandang disabilitas di bidang investasi pasar modal mulai terbuka. Saat ini penyandang disabilitas netra bisa menjadi investor di pasar modal berkat akses digital yang dapat terdeteksi pembaca layar.

    Seorang investor pasar modal dengan disabilitas netra, Oki Kurnia mengatakan tunanetra penting berinvestasi di pasar modal, karena uang yang diinvestasikan jumlahnya tidak perlu banyak, namun uang dapat berkembang dalam jangka panjang. "Kita dapat mengakses proses jual beli saham, reksadana atau produk investasi lain karena banyak aplikasi pendukung investasi yang selaras dengan pembaca layar," kata Oki Kurnia saat dihubungi Tempo, Ahad 6 September 2020.

    Oki Kurnia mencontohkan aplikasi Stock Bit yang dapat membantunya mengamati pergerakan saham. Aplikasi Stockbit adalah aplikasi pihak ketiga yang berafiliasi dengan perusahaan sekuritas bernama Sinarmas. "Dalam stockbit, kami cukup memantau pergerakan saham setiap hari, lalu menekan tombol tombol yang menggantikan peran orang untuk membeli atau menjual saham," ujar Oki.

    Layar menunjukkan aktivitas pergerakan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis siang, 10 September 2020. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham (trading halt) karena IHSG jatuh lebih dari 5 persen. Tempo/Tony Hartawan

    Selain menggunakan Stockbit, Oki Kurnia juga menggunakan aplikasi Tetra Saham untuk membantu memberikan pertimbangan pembelian saham. Aplikasi Tetra Saham memberikan analisa fundamental dan teknikal. Analisa fundamental adalah teknik analisa yang memperhitungkan berbagai faktor, seperti kinerja perusahaan, analisis persaingan usaha, analisis industri, analisis ekonomi, dan pasar makro-mikro. "Dari sini kita bisa mengetahui apakah perusahaan tersebut masih dalam kondisi baik dan bisa dipilih untuk investasi atau tidak," ujar Oki.

    Calon investor dengan disabilitas yang belum memiliki aplikasi transaksi pasar modal dapat memantengi Google untuk membaca pergerakan saham. Pria 25 tahun ini menyebutkan informasi saham yang dibutuhkan melalui ucapan, lalu Google Assistance yang mencarikan datanya.

    Bagi penyandang disabilitas netra yang ingin berinvestasi reksa dana, Oki Kurnia merekomendasikan penggunaan aplikasi pembantu bernama Ajaib. Langkah terakhir agar tidak salah, ada baiknya calon investor melakukan konsultasi dengan perusahaan sekuritas.

    "Saat ini banyak perusahaan sekuritas yang sedang mengembangkan aplikasi untuk memudahkan transaksi di pasar modal, terutama aplikasi yang dapat diakses pembaca layar," kata Oki Kurnia. Calon investor dengan disabilitas netra dapat langsung menghubungi broker di perusahaan sekuritas. Bila perusahaan sekuritas belum memiliki aplikasi yang ramah pembaca layar, calon investor tinggal menghubungi melalui telepon untuk melakukan transaksi jual atau beli.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uang Djoko Tjandra untuk Gaya Hidup Jaksa Pinangki

    Tersangka kasus suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari diduga menerima uang banyak untuk mengurus fatwa bebas Djoko Tjandra