Victorialand Buat Lambang Universal pada Kosmetik untuk Difabel Netra

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Produk kosmetik Victorialand yang ramah difabel. Foto: Instagram Victoria Land Beauty

    Produk kosmetik Victorialand yang ramah difabel. Foto: Instagram Victoria Land Beauty

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan kosmetik di Amerika Serikat, Victorialand membuat lambang universal pada produknya untuk pelanggan difabel netra. Adalah pendiri Victorialand, Victoria Watts yang membuat lambang itu setelah anak keempatnya lahir dengan kelainan pembuluh darah di retina.

    "Saya bertanya, bagaimana nanti putra saya dapat merawat dirinya sendiri," kata Victoria Watts seperti dikutip dari The Independent. Dari situ, Watts membuat sebelas simbol pada kemasan kosmetik agar mudah dikenali oleh konsumen difabel netra.

    Pembuatan simbol ini dimulai pada akhir tahun 2019. Contoh, bentuk bulan sabit mewakili produk krim malam, tetesan air untuk produk losion, bentuk segitiga untuk krim mata dan bibir, dan garis bergelombang untuk pelembap wajah. Watts berharap label kosmetik lain mengadaptasi simbol tersebut, sehingga bersifat universal bagi penyandang disabilitas netra.

    Produk krim malam Victorialand dengan simbol bulan sabit pada kemasannya. Foto: Instagram Victorialand Beauty

    Victorialand membuat setiap simbol muncul ke permukaan atau dicetak timbul pada kemasan untuk memudahkan difabel netra saat merabanya. Perusahaan ini juga membuat kode QR yang dapat menunjukkan jenis kosmetik dengan memindai kode tersebut pada toko atau situs resmi Victorialand.

    Victoria Watts sengaja tidak menggunakan huruf Braille pada kemasan produknya. Musababnya, menurut dia, hanya 10 persen dari sekitar 300 juta difabel netra di Amerika yang dapat membaca huruf Braille. Dari 10 persen tunanetra yang mampu membaca huruf Braille itu pun kini tak lagi berusia muda, sebagaimana segmen pasar Victorialand.

    Victoria Watts menjelaskan sebesar 51 persen pelanggannya adalah remaja yang belum bisa membaca huruf Braille. Dengan begitu, penggunaan lambang yang universal pada kosmetik bakal lebih mudah dimengerti dan diingat secara visual, tidak hanya melalui perabaan.

    THE INDEPENDENT | INSIDE PACKAGING


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uang Djoko Tjandra untuk Gaya Hidup Jaksa Pinangki

    Tersangka kasus suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari diduga menerima uang banyak untuk mengurus fatwa bebas Djoko Tjandra