Otoritas Lokal Inggris Dituding Diskriminatif Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi difabel. Shutterstock

    Ilustrasi difabel. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas lokal di Inggris dituding melakukan diskriminasi terhadap anak berkebutuhan khusus, terutama anak autisme. Dalam laporan advokat bagi anak berkebutuhan khusus tercantum 41 dari 149 otoritas lokal di Inggris yang mengeluarkan kebijakan yang bertentangan dengan undang-undang penyandang disabilitas di sana.

    "Mereka mengeluarkan kebijakan yang intinya menolak mengidentifikasi kebutuhan pendampingan atau perawatan bagi keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus, terutama autisme," ujar Sir Ed Davey, Ketua Pelayanan Hukum Disabilitas Lib Dem seperti yang dikutip dari BBC, Rabu 5 Agustus 2020.

    Lantaran menolak mengidentifikasi kebutuhan pendampingan dan perawatan itu, akibatnya banyak anak berkebutuhan khusus yang tidak mendapatkan pelayanan yang semestinya selama pandemi Covid-19.

    Pemimpin Dewan Kota Leeds, Inggris, Judith Blake mengakui banyak sekali permintaan pendampingan dan perawatan dari keluarga dengan anak berkebutuhan khusus, terutama autisme. "Kami tidak dapat memenuhi semua permintaan tersebut. Karena itu, permohonan pendamping dibatasi berdasarkan derajat kebutuhannya," kata dia.

    Otoritas lokal, Judith Blake melanjutkan, memprioritaskan pendampingan dan perawatan pada anak berkebutuhan khusus dengan disabilitas ganda. Misalkan autisme yang disertai keterbatasan sensorik atau motorik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Febri Diansyah dan Jumlah Mereka yang Pamit dari KPK 5 Tahun Terakhir

    Mantan Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah, menyatakan telah mengajukan surat pengunduran diri. Selama 5 tahun terakhir, berapa pegawai yang pamit?