Joystick Lidah Memudahkan Penyandang Disabilitas Bermain Game

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak bermain game online (pixabay.com)

    Ilustrasi anak bermain game online (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyandang disabilitas dengan keterbatasan motorik menggengam atau keterbatasan gerak jari tangan bakal lebih mudah saat bermain game. Seorang ilmuwan dari Koln International School of Design, Jerman, Dorothee Clasen menciptakan alat pengontrol jarak jauh yang dapat dioperasikan melalui lidah.

    "Ada sensor kecil yang sangat sensitif di dalam alat tersebut yang menggunakan kinerja magnetik," ujar Dorothee Clasen seperti yang dikutip dari NewYork Post, Kamis 30 Juli 2020. Pengganti joystick dan mouse ini dioperasikan di dalam mulut.

    Ada sebuah transmitter yang dilapisi plastik langsung terhubung dengan bluetooth di perangkat game. Pengguna alat ini cukup menggerakan lidah ke atas, bawah, dan samping kiri kanan.

    Hingga kini alat pengendali jarak jauh tersebut masih terus dikembangkan. Para peneliti telah mencoba joystick lidah ini pada beberapa game klasik, salah satunya game 'Pong Called Tom'. "Alat ini bekerja dengan baik di game itu," kata Dorothee.

    Sayangnya, alat pengontrol jarak jauh ini belum dapat diaplikasikan pada komputer atau laptop. Proses terbaru menunjukkan, penggunaan alat ini hanya sebatas log in pada tampilan pertama komputer.

    Sebelum joystick lidah, sudah ada teknologi pengampu yang menggunakan anggota tubuh selain tangan dan kaki. Sebut saja pengoperasian ponsel atau piranti teknologi layar datar dengan dagu dan hidung. Selain mempermudah pengguna dari kalangan disabilitas, teknologi pengampu membuka akses seluas-luasnya bagi difabel menjadi lebih mandiri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Febri Diansyah dan Jumlah Mereka yang Pamit dari KPK 5 Tahun Terakhir

    Mantan Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah, menyatakan telah mengajukan surat pengunduran diri. Selama 5 tahun terakhir, berapa pegawai yang pamit?