5 Hal yang Dapat Memicu Frustrasi pada Penyandang Disabilitas

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penyandang disabilitas atau difabel. REUTERS | Rafael Marchante

    Ilustrasi penyandang disabilitas atau difabel. REUTERS | Rafael Marchante

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyandang disabilitas berpotensi mengalami frustasi saat menghadapi lima persoalan ini. Difabel akan merasa bingung, kecewa, cemas atau marah.

    Penyandang disabilitas kerap mendapati keadaan yang belum mendukung kebutuhan khususnya. Beberapa perlakuan juga dapat membuat penyandang disabilitas frustrasi. Berikut lima hal umum yang dapat membuat penyandang disabilitas merasa frustrasi:

    1. Minim aksesibilitas
      Fasilitas umum, seperti gedung sekolah, kantor, halte, stasiun, terminal, seharusnya menjadi tempat yang ramah bagi penyandang disabilitas. Namun kurangnya akses untuk memudahkan aktivitas membuat mereka kesulitan bahkan sampai mengalami frustrasi.

    2. Menjadi bahan candaan
      Perundungan merupakan hal serius, meskipun sifatnya bercanda. Perundungan tidak hanya membuat frustasi, tapi juga menyakiti hati penyandang disabilitas. Beberapa orang tanpa sadar menyampaikan ucapan yang salah dan menyakiti penyandang disabilitas. Ingat, semua orang berhak diperlakukan dengan baik.

    3. Stereotipe masyarakat
      Masih ada orang yang menganggap penyandang disabilitas tidak bisa melakukan apa-apa. Ada juga yang selalu mengasihani difabel. Pandangan tersebut bisa membuat penyandang disabilitas merasa diasingkan dan sulit mengembangkan diri.

    4. Gampang terkesan
      Hal-hal kecil seperti mengemudikan kendaraan sering dianggap sebagai suatu hal yang membanggakan. Penilaian itu secara tidak langsung merendahkan standar kerja penyandang disabilitas. Biarkan mereka menjalani kehidupan seperti non-difabel.

    5. Kemampuannya diabaikan
      Memiliki keterbatasan bukan berarti tidak bisa melakukan apa-apa. Penyandang disabilitas tetap punya minat dan bakat yang bisa jadi tidak dimiliki orang lain. Namun demikian, masih ada saja orang yang menilai penyandang disabilitas dari segi kekurangannya sehingga mengabaikan atau menghilangkan kemampuannya.

    MUHAMMAD AMINULLAH | THE TEMPEST | INSIDER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proses Pembuatan Vaksin Virus Corona Dibanding Klaim Obat Hadi Pranoto

    Hadi Pranoto mengklaim obat herbal Antibodi Covid-19 berbeda dengan vaksin virus corona. Proses pembuatan vaksin memakan waktu setidaknya 12 bulan.