Perusahaan di Amerika yang Pekerjakan Difabel Naik 4 Kali Lipat

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi difabel. Shutterstock

    Ilustrasi difabel. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Penyandang Disabilitas Amerika dan organisasi non profit Disability:IN baru-baru ini menerbitkan indeks kesetaraan inklusi. Dari situ terdapat 205 perusahaan, baik di dalam atau luar Amerika, yang mempekerjakan difabel dan telah menjalankan konsep inklusivitas di tempat kerja.

    "Saya takjub mengetahui kemajuan yang dilakukan perusahaan-perusahaan ini, kami berharap konsep inklusi ini dapat terus diterapkan di masa mendatang untuk mendukung penyandang disabilitas," ujar Maria Town, Presiden Direktur Asosiasi Penyandang Disabilitas Amerika seperti dikutip dari Global News Wire, Rabu 15 Juli 2020.

    Menurut indeks tersebut, terdapat 100 perusahaan besar dan terkenal di Amerika yang sudah membuka lapangan pekerjaan bagi difabel. Beberapa di antaranya American Airlines, Chevron, Coca Cola, T Mobile, hingga Lucky Martin.

    "Salah satu cara yang tepat untuk mengembangkan talenta penyandang disabilitas adalah dengan membuat sebuah lingkup kerja yang terakses dan inklusif," kata Jill Houghton, President and CEO, Disability:IN. "Tahun ini perusahaan besar telah menunjukkan komitmen untuk semakin inklusif."

    Dalam indeks kesetaraan itu mencantumkan jumlah perusahaan yang menerapkan prinsip inklusi naik empat kali lipat dari 2015. Pada indeks sebelumnya hanya 47 perusahaan, kini menjadi 205 perusahaan. Indeks kesetaraan juga menunjukkan inklusivitas dalam perusahaan memberikan pendapatan lebih.

    Dalam survei Asosiasi Penyandang Disabilitas Amerika menunjukkan perusahaan yang memberlakukan prinsip inklusivitas dan mempekerjakan penyandang disabilitas memiliki rata-rata pencapaian pendapatan 28 persen lebih tinggi dan keuntungan ekonomi 30 persen lebih besar. Dalam indeks tahun 2020, sebanyak 205 perusahaan di Amerika Serikat telah mempekerjakan 11 juta penyandang disabilitas.

    Dari situ, budaya perusahaan pun berubah menjadi lebih inklusif dan membuka diri terhadap penyandang disabilitas. Terdapat 5,5 persen peningkatan kesadaran karyawan mengenai kondisi disabilitas yang ada di dalam dirinya. "Sebanyak 75 persen perusahaan multinasional yang beroperasi di luar Amerika Serikat juga sudah menerapkan kebijakan non-diskriminasi," ujar Jill Houghton.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proses Pembuatan Vaksin Virus Corona Dibanding Klaim Obat Hadi Pranoto

    Hadi Pranoto mengklaim obat herbal Antibodi Covid-19 berbeda dengan vaksin virus corona. Proses pembuatan vaksin memakan waktu setidaknya 12 bulan.