Tips Anak Berkebutuhan Khusus Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi difabel. Shutterstock

    Ilustrasi difabel. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Anak berkebutuhan khusus juga merasakan dampak pandemi Covid-19. Tak jarang mereka mengalami kecemasan hingga stres karena keterbatasan aktivitas dan pergaulan dengan teman-teman.

    Masalah kesehatan mental pada anak berkebutuhan khusus harus segera diatasi agar tak menyebabkan penyakit lanjutan yang semakin memperburuk kondisinya. Dalam hal ini, seorang siswi berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa B Yaat Surakarta, Yasmin berbagi pengalaman dan tipsnya untuk mengatasinya.

    Remaja yang duduk di kelas III SMP itu mengatakan setiap anak dapat menghabiskan waktu di rumah dengan cara menjalankan hobi. "Saya memang sedih dan khawatir karena di rumah saja selama pandemi. Tapi saya mengatasinya lewat menggambar," katanya dalam Media Talk bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atau KPPPA pada Jumat, 10 Juli 2020.

    Yasmin juga aktif mengikuti serangkaian kegiatan dari berbagai organisasi seperti UNICEF. "Saya senang dengan berbagai aktivitas yang diselenggarakan UNICEF. Ini bisa menambah pengetahuan sehingga walaupun saya di rumah, saya tetap teredukasi. Teman-teman juga bisa mengikuti," katanya.

    Menjaga kesehatan mental juga dilakukan lewat komunikasi dengan sahabat. Yasmin mengatakan dia selalu berhubungan dengan teman-teman lewat sambungan telepon atau video call. "Sudah lama sekolah ditutup karena pandemi dan saya tidak bisa bertemu dengan teman-teman. Untuk mengatasi rasa kangen, saya suka menghubungi mereka," katanya.

    Terakhir dan tak kalah penting di masa pandemi Covid-19 ini, Yasmin senantiasa menjaga dan memperhatikan kondisi tubuhnya. Hal tersebut dilakukan dengan mengkonsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, dan menghindari semua informasi yang tidak benar atau hoaks. "Dengan menerapkan rutinitas yang baik, ini bisa mempertahankan perasaan dan isi hati saya dengan lebih baik juga," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proses Pembuatan Vaksin Virus Corona Dibanding Klaim Obat Hadi Pranoto

    Hadi Pranoto mengklaim obat herbal Antibodi Covid-19 berbeda dengan vaksin virus corona. Proses pembuatan vaksin memakan waktu setidaknya 12 bulan.