Cara Komika Zaka Ahmad atau Blindman Jack Angkat Isu Disabilitas

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komika tunanetra Blindman Jack atau Zaka Ahmad berfoto bersama Indro Warkop. Pria yang biasa disapa Jack ini memilih jalur stand up comedy sebagai sarana advokasi berbagai isu disabilitas. Foto: Istimewa

    Komika tunanetra Blindman Jack atau Zaka Ahmad berfoto bersama Indro Warkop. Pria yang biasa disapa Jack ini memilih jalur stand up comedy sebagai sarana advokasi berbagai isu disabilitas. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Penggemar stand up comedy tentu sudah tidak asing lagi dengan nama Blindman Jack. Dia satu-satunya komika tunanetra yang sering muncul di acara Stand Up Battle Indonesia.

    Nama panggungnya Blindman Jack, nama aslinya Zaka Ahmad. Pria kelahiran Jakarta ini memilih jalur stand up comedy sebagai salah satu sarana advokasi berbagai isu disabilitas. "Gue rasa ada bentuk lain dari advokasi yang bisa dilakukan terhadap isu-isu disabilitas selain dengan pendekatan persuasif," kata Zaka Ahmad kepada Tempo, Kamis 23 April 2020. "Gue pikir stand up comedy dapat menjadi kendaraan yang tepat untuk melakukan advokasi isu-isu hak penyandang disabilitas."

    Selain melalui stand up comedy, Jack, begitu dia biasa disapa, juga aktif memproduksi video di YouTube dengan konten isu disabilitas. Misalkan menjajal beberapa fasilitas publik apakah terakses penyandang disabilitas atau tidak. Pria 44 tahun ini kerap berjalan sendiri di trotoar atau jalur pedestrian di Jakarta yang menurut dia belum ramah difabel.

    Zaka Ahmad lulus Master of Social Work dari Flinders University dan penerima beasiswa Australia Awards Scholarship 2013. Dia aktif mewawancarai mereka yang terlibat dalam kegiatan advokasi penyandang disabilitas dalam konten YouTube-nya. Jack pernah mewancarai sejumlah tokoh, di antaranya penyanyi Yura Yunita, Anji, dan komika Pandji Pragiwaksono.

    Komika tunanetra Blindman Jack atau Zaka Ahmad memilih jalur stand up comedy sebagai sarana advokasi berbagai isu disabilitas. Foto: Istimewa

    Blindman Jack mengatakan dalam setiap wawancara, biasanya dia meminta narasumber yang mengatur kamera dan tripod ponsel untuk mereka. Pernah satu kali, dia mendapat gambar yang amat dekat. Saking dekatnya, gambar yang terlihat hanya dari bahu sampai kepala. Berangkat dari situ dia memberi nama konten bincang-bincangnya di YouTube dengan program 'Up Close dan Close Up Banget'.

    Jack pernah terlibat dalam web series berjudul 'Julit oh Julit' bersama komika Babe Cabita dan selebgram Anya Geraldine. Webseries ini sudah berjalan satu season yang terdiri dari 10 episode, dan Jack tampil di tiga episode awal.

    Selain aktif memproduksi video YouTube, Blindman Jack juga bekerja sebagai senior project manager di lembaga swadaya masyarakat, CBM International. Ayah tiga anak ini bertugas mengawal pembentukan kebijakan inklusif di sejumlah daerah di Indonesia.

    Zaka Ahmad terlahir dapat melihat. Dia kemudian mengalami Retinitis Pigmentosa yang merenggut kemampuan penglihatannya saat berusia 27 tahun. Belum ada obat untuk kelainan pigmentasi pada retina ini. Kondisi ini juga membuat Jack turut serta dalam penelitian mengenai Retinitis Pigmentosa yang diinisiasi oleh seorang dokter spesialis mata dari Rumah Sakit Kariadi, Semarang.

    "Penelitian ini sebenarnya bukan mencari obat, melainkan apa penyebab Retinitis Pigmentosa dari sisi genetika," kata Jack. "Gue berharap semoga di generasi mendatang ada cara deteksi dini Retinitis Pigmentosa sehingga orang tahu bagaimana menjaga dan merawat matanya."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.