Cara Tunanetra Deteksi Hoax ala Youtuber Fakhry Muhammad Rosa

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Youtuber tunanetra Fakhry Muhammad Rosa. Foto: Youtube

    Youtuber tunanetra Fakhry Muhammad Rosa. Foto: Youtube

    TEMPO.CO, Jakarta - Youtuber tunanetra, Fakhri Muhammad Rosa berbagi tips memilih dan menelaah informasi di Internet. Jangan sampai teman difabel termakan isu yang salah apalagi jadi korban hoax.

    "Kalau sudah punya telepon seluler pintar, yang menggunakannya juga harus pintar," kata Fakhry Muhammad Rosa saat dihubungi, Sabtu 19 April 2020. Youtuber yang kerap mengusung tema teknologi digital ini mengatakan kendati tersedia beberapa alat uji yang dapat digunakan untuk memeriksa keabsahan informasi, penyandang disabilitas netra memiliki cara tersendiri untuk mengecek tanpa akses visual.

    Berikut cara tunanetra terhindar dari hoax, terutama di masa pandemi Covid-19 ini.

    1. Memperhatikan secara seksama isi informasi
      Fakhry Muhammad Rosa menyarankan teman tunanetra memasukkan indikator 5W+H, yakni What (Apa), Who (Siapa), When (Kapan), Where (Di mana), Why (Mengapa), dan How (Bagimana), sebagai alat untuk memeriksa sebuah keabsahan informasi.

      "Dari situ kita dapat memantau apa, mengapa, kapan, siapa, di mana serta mengapa informasi tersebut dibuat," kata Fakhri yang biasa disapa Ari. "Kalau sebuah informasi tidak lengkap 5W+H-nya, sudah bisa dipastikan tidak usah dipercaya."

    2. Cek dengan kata kunci di mesin pencari
      Setelah memeriksa kelengkapan 5W+H dari sebuah informasi, cara berikutnya yang dapat diterapkan adalah menggunakan mesin pencari dengan menelusuri kata kunci yang dimaksud.

      Mesin pencari yang dapat dipakai antara lain seperti Google, Bing, dan lainnya. Dari hasil penelusuran ini biasanya terdapat beberapa fakta resmi dari sebuah informasi yang dikeluarkan oleh lembaga berwenang.

      Contoh, informasi setelah makan mi instan dilarang minum susu cokelat karena beracun. Namun setelah informasi ini ditelusuri di mesin pencari, ternyata hoax.

    3. Gunakan fitur cek fakta
      Beberapa situs berita sudah memiliki kanal khusus untuk mengecek fakta yang beredar di masyarakat. Tempo.co misalnya, memiliki kanal cek fakta untuk mengidentifikasi apakah sebuah informasi hoax atau fakta.

      Khusus untuk tunanetra, Fakhry Muhammad Rosa menyarankan gunakan fitur cek fakta yang dapat terakses pembaca layar. Ari mencontohkan, situs turnbackhoax.id atau fitur cek fakta yang dimiliki beberapa media online dapat diakses oleh pembaca layar.

    4. Periksa domain situs dengan seksama
      Fakhri Muhammad Rosamengatakan umumnya domain situs resmi adalah dot com, dot go, dot or dan beberapa domain umum lainnya. Bila sebuah situs web menggunakan domain yang tidak umum, seperti dot club, berarti situs web tersebut adalah laman abal-abal yang mengandalkan domain gratis. "Situs seperti ini biasanya menawarkan suatu hal yang sangat menjanjikan," kata dia.

      Contoh, iming-iming kuota internet yang menggiurkan sampai 1 Terrabita. "Ini sudah pasti hoax,"kata Ari. Beberapa kasus lain juga dikaji Youtuber lulusan Sastra Jerman Universitas Indonesia ini, dalam channel youtube "Hoax atau bukan? Sharing soal cara deteksi berita hoax".

    Pendiri Masyarakat Anti Fitnah Indonesia atau Mafindo, Harry Sufehmi menambahkan, salah satu cara menangkal hoax adalah dengan merunut sumber yang jelas. Dalam konferensi pers yang dilakukan di Graha BNPB, Harry mengatakan konten informasi yang meresahkan adalah salah satu indikator berita palsu atau hoax.

    Sejak wabah corona terjadi, Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat sebanyak 566 kasus berita palsu beredar di masyarakat. Informasi tersebut meresahkan sekaligus membahayakan kondisi seseorang. Misalnya, informasi bahwa virus corona dapat disembuhkan dengan bawang putih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.