Corona, Balai Rehabilitasi dan Panti Sosial Mesti Batasi Tamu

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kegiatan olahraga di Panti Sosial Bina Daksa Budi Bhakti, Cengkareng, Jakarta Barat. Foto: Situs Dinas Sosial DKI Jakarta

    Kegiatan olahraga di Panti Sosial Bina Daksa Budi Bhakti, Cengkareng, Jakarta Barat. Foto: Situs Dinas Sosial DKI Jakarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Sosial mengimbau balai rehabilitasi atau panti sosial yang menampung penyandang disabilitas mengantisipasi penyebaran wabah corona. Caranya, dengan mengurangi jadwal kunjungan dan melakukan pemantauan terhadap kondisi penyendang disabilitas yang berada di panti.

    Imbauan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial melalui surat edaran Nomor B 106/Kemensos/4/KS.03/3/2020. "Demi keselamatan kita bersama maka pelayanan rujukan dan kunjungan untuk sementara dibatasi, sampai waktu yang belum dapat ditentukan," demikain tertera pada salah satu butir dalam surat edaran yang disebarluaskan kepada penyandang disabilitas, Jumat 27 Januari 2020.

    Jadwal kunjungan tamu penyandang disabilitas ke panti sosial atau balai rehabilitasi juga harus ditinjau ulang serta dibatasi. Kunjungan hanya dibolehkan untuk keluarga dekat. Petugas balai rehabilitasi dan panti juga harus tetap melakukan pemantauan terhadap pengunjung dan memastikan dalam kondisi sehat. Kementerian Sosial juga mengimbau kepada para petugas balai rehabilitasi atau panti sosial bekerja dari rumah dan memanfaatkan teknologi yang dapat mendukung kinerja.

    Sementara di dalam balai rehabilitasi atau panti sosial, metode physical distancing tetap harus diterapkan misalnya dengan mengatur ulang tata ruang asrama bagi penyandang disabilitas. "Pastikan tata ruang tetap menerapkan physical distancing dalam balai, misalnya dalam penempatan tempat tidur, ruang makan, dan sebagainya," tulis surat edaran tersebut.

    Salah satu balai rehabilitasi yang melakukan sosialisasi antisipasi virus corona adalah Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pengemis Pangudi Luhur Bekasi, Jawa Barat. Dalam laman resmi Kementerian Sosial, sosialisasi pencegahan penyebaran virus corona di Balai Rehabilitasi Pangudi Luhur disampaikan oleh dokter Wahyu Sumbawati dari Puskesmas Karang Kitri, Kota Bekasi pada 4 Maret 2020.

    Kepala Balai Pangudi Luhur Bekasi, Kokom Komalawati mengatakan telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah persebaran virus corona. "Kami menyediakan cairan antiseptik untuk para pegawai dan pemerlu pelayanan di tempat-tempat yang mudah dijangkau," kata dia. Para pegawai juga telah diperintahkan untuk menjaga kebersihan diri, lingkungan balai, dan berkoordinasi dengan instansi kesehatan terdekat untuk mencegah persebaran virus corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.