Adhi Tuli Pizza Bali: Tak Pelit Keju Rasanya Seru

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bisnis kuliner Adhi Tuli Pizza milik insan tuli I Gusti Putu Adhi Wiranegara di Kecamatan Monang Maning, Denpasar, Bali. TEMPO | Cheta Nilawaty

    Bisnis kuliner Adhi Tuli Pizza milik insan tuli I Gusti Putu Adhi Wiranegara di Kecamatan Monang Maning, Denpasar, Bali. TEMPO | Cheta Nilawaty

    TEMPO.CO, Denpasar - Sebuah tungku pemanas setinggi 1 meter terpasang di halaman rumah I Gusti Putu Adhi Wiranegara di Jalan Gunung Slamet, Kecamatan Monang Maning, Kota Denpasar, Bali. Tungku tersebut digunakan insan tuli ini untuk memanggang pizza saat menerima pesanan dari pelanggan.

    "Dalam sehari biasanya saya menerima pesanan kurang lebih delapan sampai sepuluh potong pizza," ujar pria yang biasa disapa Adhi, ini saat diwawancara di Rumah Pizza Adhi Tuli Monang Maning, Minggu 9 Februari 2020. Adhi memulai usahanya dua tahun lalu setelah bekerja selama sebelas tahun di restoran dan toko bakpia.

    Selama bekerja, dia menambah keterampilan membuat adonan pizza. Butuh waktu sekitar 9 tahun bagi Adhi untuk mendapatkan adonan pizza terbaik. "Awalnya gagal terus karena hasilnya ada saja yang kurang," katanya. Setelah mengelaborasi berbagai bahan adonan pizza, pria 45 tahun ini kemudian mendapatkan resep yang pas.

    Setiap ada pesanan, Adhi membuat sendiri pizza yang diinginkan pelanggan. Dia sudah menyiapkan adonan pizza dalam bentuk bulatan dan tinggal dipipihkan, lalu disesuaikan toppingnya menurut selera pemesan. Ada empat jenis topping yang bisa dipilih, yakni sosis ayam, telur, nanas, dan sayuran bagi pembeli vegetarian.

    Dalam tempo kurang dari 10 menit, jadilah pizza yang dipesan. "Mulai dari belanja bahan, membuat adonan dasar, bumbu, memanggang pizza, hingga mengantar ke pelanggan, semua saya lakukan sendiri," ujar Adhi. Ketika awal mengembangkan usaha itu, Adhi sempat mempekerjakan lima insan tuli. Dia juga menularkan ilmu membuat pizza kepada mereka. Hanya saja, para pekerja tersebut tidak bertahan lama. Dan kini dia hanya punya satu karyawan.

    Insan tuli I Gusti Putu Adi Wiranegara memiliki bisnis kuliner pizza Rumah Pizza Adi Tuli Monang Maning di Denpasar, Bali. TEMPO | Cheta Nilawaty

    Pelanggan yang hendak memesan pizza cukup mengirimkan pesan lewat layanan pesan instan WhatsApp. Tak lupa, dalam status WhatsApp Adhi menyampaikan kalau dia hanya menerima pesanan berdasarkan tulisan dan tidak dapat ditelepon "Puji syukur tidak pernah ada masalah dalam pemesanan atau komunikasi dengan pelanggan," kata Adhi.

    Selama menjalani bisnis kuliner pizza, lulusan Sekolah Luar Biasa 1 Denpasar ini menyampaikan satu hal yang menjadi tantangan dalam usahanya, yakni ketiadaan tempat usaha yang sesuai. Untuk diketahui, Rumah Pizza Adhi Tuli Monang Maning terletak di sebuah gang kecil. Dia berharap bisnisnya bisa menempati lokasi strategis dan mudah diakses banyak orang.

    Ihwal dukungan usaha, Adhi mengatakan telah mendapat berbagai bantuan, mulai dari alat bantu dengar, pelatihan wirausaha, dan sebagainya. Dalam sehari, usaha Rumah Pizza Adhi Tuli Monang Maning mendapatkan penghasilan sekitar Rp 400 - 500 ribu. Adhi bahkan sempat mendapatkan pesanan 30 loyang pizza dalam sehari.

    Seorang pelanggan Pizza Adhi Tuli, Yanthi mengatakan cita rasa pizza buatan Adhi tak kalah dengan pizza dari restoran ternama. "Sekali makan, saya bisa habis sampai tiga potong," kata perempuan asal Semarang, Jawa Tengah, ini. Yanthi mengatakan kali pertama mengenal Adhi dalam acara pameran makanan di Hari Disabilitas Internasional. "Saya beli dan rasanya enak sekali. Ukurannya juga besar untuk harga semurah itu."

    Pelanggan Pizza Adhi Tuli lainnya, Rendra mengatakan bagian teristimewa dari Pizza Adhi Tuli adalah penggunaan keju mozarella yang cukup banyak. "Pizza ini tidak pelit keju. Kejunya sampai meleleh ke pinggiran," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.