Difabel, Lansia, dan Anak Harus Diutamakan Saat Evakuasi Bencana

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bencana alam.

    Ilustrasi bencana alam.

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Sosial Kota Yogyakarta meminta agar para lanjut usia, difabel, dan anak-anak diprioritaskan saat proses evakuasi bencana. Musababnya, mobilitas mereka lebih terbatas dibanding orang lain.

    Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta, Agus Sudrajat mengatakan, pada musim hujan seperti ini, potensi berbagai bencana membuat warga Kota Yogyakarta mesti dievakuasi. "Jika sampai terjadi evakuasi, maka penduduk lansia, disabilitas, dan anak-anak perlu diutamakan untuk dipindahkan ke tempat lebih aman," kata Agus Sudrajat di Yogyakarta.

    Menurut dia, sekitar 20 persen dari penduduk lanjut usia dan disabilitas di Kota Yogyakarta rentan terdampak bencana saat musim hujan karena mereka tinggal di bantaran sungai. Data Dinas Sosial Kota Yogyakarta menunjukkan saat ini terdapat sekitar 5.000 penduduk lansia tidak produktif dan sekitar 3.400 penduduk difabel.

    Dinas Sosial, Agus Sudrajat melanjutkan, juga telah meminta Taruna Siaga Bencana atau Tagana untuk selalu meningkatkan kewaspadaan menghadapi berbagai potensi bencana di musim hujan. "Kami sudah menyiapkan logistik berupa makanan dan kebutuhan lainnya jika terjadi bencana. Mobil dapur umum juga siap dioperasikan," katanya.

    Saat terjadi evakuasi, Dinas Sosial akan memberikan bantuan logistik berupa kebutuhan makanan kepada pengungsi selama tiga hari. "Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi DI Yogyakarta dan dimungkinkan ada bantuan," katanya. Mengenai kebutuhan lain, seperti susu bagi bayi dan balita akan dipenuhi oleh Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.