Hari Disabilitas Internasional, Inspirasi 4 Difabel Berprestasi

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilmuwan Inggris dan fisikawan teoritis Stephen Hawking menghadiri acara peluncuran untuk penghargaan baru untuk komunikasi sains, di London, Inggris, 16 Desember 2015. Hawking mengenyam pendidikan di University College, Oxford, dan gemar membawa buku-buku soal ilmu pengetahuan alam. REUTERS/Toby Melville

    Ilmuwan Inggris dan fisikawan teoritis Stephen Hawking menghadiri acara peluncuran untuk penghargaan baru untuk komunikasi sains, di London, Inggris, 16 Desember 2015. Hawking mengenyam pendidikan di University College, Oxford, dan gemar membawa buku-buku soal ilmu pengetahuan alam. REUTERS/Toby Melville

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari Disabilitas Internasional diperingati setiap 3 Desember 2019. Momentum ini merupakan bentuk peringatan dan kesadaran masyarakat akan isu disabilitas.

    Tahukah Anda ada sejumlah publik figur difabel yang menorehkan prestasi? Karya dan semangat mereka menjadi inspirasi bagi orang lain. Melansir dari berbagai sumber, berikut empat pesohor difabel dari luar dan dalam negeri.

    1. Stephen Hawking
    Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan sosok Stephen Hawking. Dia salah seorang fisikawan besar. Namanya juga muncul di berbagai acara televisi populer, seperti The Simpsons dan Star Trek.

    Sayangnya pada usia 21 tahun, Hawking diketahui mengidap Amyotrophic Lateral Sclerosis atau ALS yang membuatnya harus berbicara dengan bantuan komputer dan tak lagi mampu berdiri sejak 1980-an.

    2. Stevie Wonder
    Sosok Stevie Wonder memang tak lekang oleh waktu. Karyanya seperti Superstition, Sir Duke, dan I Just Called to Say I Love You tidak hanya disukai oleh orang tua, namun anak-anak masa kini.

    Stevie Wonder. REUTERS/Gus Ruelas.

    Stevie Wonder seorang tunanetra sejak lahir. Dia lahir prematur dengan pembuluh darah di belakang mata yang belum sempurna.

    3. Surya Sahetapy
    Surya Sahetapy adalah putra dari Ray Sahetapy dan Dewi Yull. Surya adalah seorang tunarungu. Dia pernah menjadi delegasi tuli dari Indonesia dan berkunjung ke markas besar Perserikatan Bangsa Bangsa atau PBB dan NASA di Amerika Serikat.

    Surya Sahetapy. (instagram/@suryasahetapy)

    Surya Sahetapy pernah mengajarkan Presiden Joko Widodo menggunakan bahasa isyarat untuk momentum Asian Paragames 2018. Pria 25 tahun ini juga pernah bertemu Ratu Elizabeth II dan Prince Philip, Duke of Edinburgh untuk mewakili tunarungu dari Indonesia.

    4. Angkie Yudistia
    Angkie yang kini menjadi staf khusus Presiden Joko Widodo adalah seorang tuli. Angkie Yudisitia berhasil mengembangkan bisnis sosial dan menjadi wirausahawati sosial alias sociopreneur melalui Thisable Enterprise.

    Staf khusus Presiden Joko Widodo, Angkie Yudistia. ANTARA/Wahyu Putro A

    Thisable Enterprise adalah perusahaan penyalur tenaga kerja penyandang disabilitas. Melalui Thisable Enterprise, Angkie berusaha menjembatani kebutuhan perusahaan dengan kemampuan yang mesti dimiliki oleh difabel.

    Selain berusaha meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan difabel, Angkie adalah finalis Abang - None Jakarta mewakili daerah Jakarta Barat pada 2008.

    AISHA SHAIDRA | SUNRISEMEDICAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.