Nonton Film Sambil Meresapi Kondisi Penyandang Disabilitas

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bioskop. Shutterstock.

    Ilustrasi bioskop. Shutterstock.

    TEMPO.CO, Jakarta - Nonton film umumnya dilakukan dengan cara memperhatikan visual yang terpampang pada layar besar dan suara yang muncul. Tapi di Festival Film Dokumenter, para penonton tak hanya menyaksikan tapi juga merasakan seperti apa cerita film yang diputar.

    Festival Film Dokumenter menggelar pemutaran film mengenai kehidupan nyata penyandang disabilitas bertajuk The Feelings of Reality. Pemutaran film ini berlangsung pada Selasa 12 November 2019 di Hotel Rivoli, Jalan Kramat Raya 41, Jakarta Pusat.

    Project Officer Festival Film Dokumenter, Henricus Pria mengatakan film dokumenter ini merupakan hasil workshop di empat wilayah, yaitu Jakarta, Bandung, Jawa Tengah dan Sumbawa. "Ini merupakan upaya advokasi isu disabilitas," kata Henricus Pria.

    Pemutaran film menerapkan teknologi virtual realty agar penonton merasakan dan meresapi apa yang dialami oleh penyandang disabilitas. Dengan virtual realty, maka penonton dapat merasakan pengalaman nyata dengan dimensi hingga 360 derajat.

    Selain memutar film yang menghadirkan pengalaman tersendiri bagi penonton, diadakan juga diskusi bersama Organisasi Penyandang Disabilitas, Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi untuk Difabel atau SIGAB.

    Diskusi ini memaparkan efektivitas advokasi isu disabilitas yang sudah pernah dilakukan sebelumnya. "Mengingat banyak film mengenai isu disabilitas yang belum dapat menggambarkan secara nyata kehidupan penyandang disabilitas," ucap Henricus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.