Tips Toilet Training kepada Anak Multi Disabilitas

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak belajar ke toilet (toilet training). amazon.com

    Ilustrasi anak belajar ke toilet (toilet training). amazon.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengajarkan anak multi disabilitas untuk melakukan aktivitas toilet mandiri membutuhkan teknik tersendiri. Pembelajaran ini harus dilakukan secara khusus karena mereka memiliki interaksi sosial yang berbeda dengan anak pada umumnya.

    Guru Pendamping di Sekolah Khusus Disabilitas Netra Elsafan, Jakarta Timur, Tihana mengatakan jika orang tua atau guru tidak dapat menangkap simbol anak tersebut akan buang air misalnya, maka mereka bisa melakukannya di mana saja. "Karena itu, salah satu cara yang diterapkan untuk mengajarkan toilet training kepada anak multi disabilitas adalah dengan menggunakan simbol," ujar Tihana saat dihubungi, Selasa 15 Oktober 2019.

    Penggunaan simbol, menurut pengajar Sekolah Elsafan ini, membuat anak Multi Disability and Visual Impairment atau MDVI memiliki persepsi dan bahasa yang sama mengenai aktivitas di toilet. Tihana mencontohkan, salah satu simbol yang digunakan mengajarkan anak multi disabilitas menyampaikan maksudnya untuk ke toilet, dengan menggenggam tangan mereka. Bahkan ada yang menggunakan alat tertentu untuk menyampaikan keinginan mereka ke toilet.

    "Ada beberapa anak yang menggunakan gayung untuk menyampaikan maksud mereka bila ingin ke toilet," ujar Tihana. Sebelum menerapkan bahasa simbolik untuk kegiatan toilet, anak-anak multi disabilitas cenderung buang air di mana saja.

    Ilustrasi anak belajar ke toilet (toilet training). babycenter.com

    Kondisi ini terjadi bukan karena mereka tidak mencoba menyampaikan atau berkomunikasi dengan orang dewasa di sekitarnya. Melainkan orang yang diajak berkomunikasi tidak mengerti maksud mereka. Aktivitas di toilet juga terkadang dilakukan anak multi disabilitas tanpa sadar.

    Tihana menambahkan, pengenalan simbol untuk aktivitas ke toilet kepada anak multi disabilitas harus dilakukan berulang kali. Begitu pula proses pembelajaran di dalam toilet tak dapat hanya dilakukan sekali, melainkan terus diulang. Dalam melakukan kegiatan di toilet, anak sangat memerlukan pendampingan orang terdekat atau guru.

    "Harus konsisten dan tidak bisa dilakukan sekali saja," kata Tihana. "Saya harus mendampingi setiap kali mereka akan melakukan aktivitas di toilet."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.