Minggu, 22 September 2019

Bandung Readers Festival 2019 Bahas Hak Baca Difabel

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandung Readers Festival 2019.

    Bandung Readers Festival 2019.

    TEMPO.CO, Bandung - Difabel turut memeriahkan acara Bandung Readers yang berlangsung di Abraham and Smith HQ, Jalan Tamblong Dalam Nomor 2, Bandung, Jawa Barat, pada Jumat, 6 September 2019. Dalam sesi diskusi bertajuk Hak Baca Bagi Difabel, sejumlah narasumber mengungkapkan pentingnya pemenuhan sarana bagi difabel untuk mendapatkan informasi.

    Direktur Bandung Independent Living Center atau BILiC, Yuyun Yuningsih mengatakan ada berbagai cara agar difabel bisa mendapatkan akses informasi, salah satunya melalui alat bantu dalam bentuk aplikasi. "Adanya aplikasi text to voice sangatlah membantu serta peran aktif masyarakat dan pemerintah juga diperlukan karena ada sebagian difabel yang bersembunyi ataupun yang disembunyikan oleh keluarganya," kata Yuyun.

    Dia berharap akan ada lebih banyak lagi difabel yang belajar menulis sehingga suara mereka bisa lebih didengar masyarakat. Senada dengan Yuyun, relawan pengisi suara di Difalitera.org, Astusi Parengkuh mengatakan perangkat audio yang sesuai sangat penting bagi seorang difabel.

    Astuti yang juga anggota komunitas Pawon Sastra menceritakaan saat dia mengundang difabel dalam siaran radio. Dari siaran itu, dia menyimpulkan pentingnya perangkat audio tersebut. "Dari siaran itu kami menyimpulkan kebutuhan kaum difabel adalah audio. Lalu mulailah dibuat karya-karya yang diaudiokan dan terealisasi pertama kali di sekolah TK," ucap dia. Hingga kini, menurut Astuti, terdapat lebih dari 150 karya yang sudah diolah dalam bentuk audio.

    Bagi difabel yang hendak menjadi blogger, blogger Nurul Ulu dari Bandungdiary.id dan Nike Prima dengan Livingloving.net, sepakat kalau dunia blog masih relevan digunakan. Nurul Ulu mengatakan, saat seseorang menggunakan blog, maka saat itu juga dia sedang menciptakan platform baru. "Sebab seseorang bisa melakukan apa saja yang diinginkan di dalam blog," katanya.

    Nurul Ulu menambahkan kreativitas blogger selalu diuji di tengah derasnya arus digital saat ini. "Dulu Youtube biasa saja, sekarang luar biasa, ditambah lagi dengan adanya Instagram. Nah, seorang blogger harus semakin kreatif lagi saat mengemas konten," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe