Permainan Tradisional Dekatkan Anak Difabel dengan Non-Difabel

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa anak difabel dan non-difabel bermain lompat tali di Festival Generasi Seragam di Depok, Jawa Barat, Sabtu 10 Agustus 2019. TEMPO | Cheta Nilawaty

    Beberapa anak difabel dan non-difabel bermain lompat tali di Festival Generasi Seragam di Depok, Jawa Barat, Sabtu 10 Agustus 2019. TEMPO | Cheta Nilawaty

    TEMPO.CO, Jakarta - Memperkenalkan lingkungan yang inklusif kepada anak tak selalu dilakukan melalui dunia pendidikan formal atau sekolah. Permainan dan ruang publik di manapun dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan dunia inklusif antara anak difabel dengan non-difabel.

    Permainan tradisional yang membutuhkan interaksi atau kolaborasi antar-pemain bisa menjadi media pengenalan dunia inklusif terhadap anak. Beberapa permainan yang diadakan dalam Festival Generasi Seragam antara lain congklak, enggrang, bakiak, dan lompat tali.

    "Festival ini menjadi satu momentum di mana anak-anak tidak selalu bermain gadget, tapi mereka bisa bermain dengan teman berkebutuhan khusus sekaligus bersosialisasi dengan lingkungannya," ujar Ketua Festival Generasi Seragam, Lutfi Arief kepada Tempo di Taman Tapos, Depok, Sabtu 10 Agustus 2019. Festival ini melibatkan komunitas Dolanan Anak, komunitas Jakarta Barrier Free Tourism, My Trip My Adventure Depok, dan Komunitas Kelas Inspirasi.

    Seorang anak berkebutuhan khusus sedang bermain egrang di Festival Generasi Seragam di Taman Tapos, Depok, Sabtu,10 Agustus 2019. TEMPO | Cheta Nilawaty

    Selain komunitas, terdapat beberapa sekolah di Depok Timur yang terlibat di dalamnya, termasuk peserta dari sekolah luar biasa. Sekitar 65 anak, baik dari kelompok disabilitas maupun non-disabilitas turut serta dalam permainan tradisional.

    Seorang siswa non-difabel yang duduk di Kelas XII di sebuah SMA di Depok, Laras Saraswati mengatakan mengikuti festival ini untuk mendapatkan ilmu guna berinteraksi dengan penyandang disabilitas. "Saya ingin belajar bahasa isyarat. Senang dan keren rasanya bisa berkomunikasi dengan teman tuli," kata dia saat berada di pos bahasa isyarat Festival Generasi Seragam.

    Sejumlah anak belajar bahasa isyarat di Festival Generasi Seragam di Depok, Sabtu, 10 Agustus 2019. TEMPO | Cheta Nilawaty

    Sama seperti Laras, pelajar tunanetra di kelas VII, Balqis menyatakan turut bermain lompat tali karet bersama teman-teman difabel dan non-difabel. Dia juga berkolaborasi dengan anak seusianya dalam permainan Bakiak. "Inilah dunia anak-anak. Mereka bisa langsung akrab dan bergaul tanpa memandang siapa yang disabilitas ataupun siapa yang bukan disabilitas," ucap Lutfi.

    Sejumlah anak penyandang disabilitas dan non-disabilitas bermain bakiak bersama di Festival Generasi Seragam di Depok, Sabtu, 10 Agustus 2019. TEMPO | Cheta Nilawaty


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.