Cerita Guru Bahasa Isyarat Presiden Jokowi Pernah Dilempar Sepatu

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan) menyampaikan sambutannya dengan diterjemahkan ke dalam bahasa isyarat oleh petugas (kiri) pada acara puncak peringatan Hari Disabilitas Internasional Tahun 2015 di Istana Negara, Jakarta, 3 Desember 2015. ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo (kanan) menyampaikan sambutannya dengan diterjemahkan ke dalam bahasa isyarat oleh petugas (kiri) pada acara puncak peringatan Hari Disabilitas Internasional Tahun 2015 di Istana Negara, Jakarta, 3 Desember 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Surya Sahetapy menceritakan pengalamannya saat di-bully oleh teman di sekolah. Ketika itu, mereka tidak tahu kalau putra dari penyanyi Dewi Yull dan aktor Ray Sahetapy ini tuli.

    Surya Sahetapy yang pernah mengajarkan bahasa isyarat kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat Asian Paragames 2018, ini menuturkan, dia pernah dilempar sepatu bola oleh teman sekolah. "Teman-teman bilang mereka melempar sepatu karena sudah memanggil saya, dan saya tidak menjawab," kata Surya melalui penerjemah bahasa isyarat di acara seminar Youth of Indonesia di ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri, Minggu 4 Agustus 2019.

    Setelah dilempar sepatu, Surya Sahetapi tak tinggal diam. Meski begitu, dia tidak langsung marah atau menantang si pelempar sepatu untuk berkelahi. "Saya sampaikan kepada mereka, 'menegur itu ada caranya, tidak dengan melempar sepatu'. Di situ saya juga jelaskan mengenai kondisi saya," ujar Surya.

    Menghadapi perundungan, menurut Surya, sebaiknya jangan dilawan secara fisik. Orang yang menjadi korban bullying bisa melakukan langkah yang lebih elegan. Misalnya dengan mengukir prestasi dan membuktikan kualitas diri yang lebih baik dari si perisak.

    Panji Surya Sahetapy. (instagram/@suryasahetapy)

    Dan itulah yang dilakukan oleh Surya Sahetapi. Teman yang pernah mengganggunya kemudian dipanggil oleh guru dan mendapat dua teguran. Teguran pertama karena mengganggu siswa lain, teguran kedua lantaran nilai-nilainya tidak lebih bagus darinya. "Guru saya sampai bilang, 'Surya yang memiliki kondisi seperti ini bisa jauh lebih baik dari kamu'," ucap Surya menirukan pernyataan guru.

    Surya Sahetapy melanjutkan, pelajaran untuk terus semangat berkarya dan tidak terbelenggu dengan keterbatasan fisik didapat dari sejumlah staf mantan Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama yang juga tuli. Mereka tidak ragu membuka identitas dan kondisi diri yang sebenarnya, serta tetap bekerja dengan baik.

    Panji Surya Sahetapy mengikuti jejak itu. Dia memilih menggunakan bahasa isyarat dalam setiap kesempatan untuk lebih mengekspresikan apa yang ada di dalam pikirannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.