Latte Art Karya Barista Satu Tangan di Sunyi Coffee House And Art

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barista difabel paraplegi, Andhika Prima Yutha, 23 tahun, membuat coffee latte art di Sunyi Coffee House and Hope, Fatmawati, Jakarta Selatan. TEMPO | Cheta Nilawaty

    Barista difabel paraplegi, Andhika Prima Yutha, 23 tahun, membuat coffee latte art di Sunyi Coffee House and Hope, Fatmawati, Jakarta Selatan. TEMPO | Cheta Nilawaty

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu keunikan mengolah kopi adalah saat membuat Latte Art. Seni menghias buih sajian kopi susu ini mencerminkan kemampuan barista dalam menyajikan kopi dengan mutu yang baik dan enak dipandang mata.

    Baca: 3 Kedai Kopi di Jakarta Ini Punya Barista dengan Disabilitas

    Di Sunyi Coffee House and Hope, Fatmawati, Jakarta Selatan, Latte Art disajikan dengan cara yang berbeda. Latte art dibuat hanya menggunakan satu tangan oleh barista difabel paraplegi, Andhika Prima Yutha, 23 tahun. Hasilnya, latte art tetap memiliki rasa yang lezat sekaligus indah dilihat.

    "Saya menggambar buble susu pada coffee latte dengan menggunakan tusuk gigi dan cokelat cair," kata Andhika Prima Yutha saat diwawancarai di Sunyi Coffee House and Hope, Rabu 26 Juni 2019. Cara Dhika saat membuat Coffee Latte adalah dengan menggunakan tangan kanan untuk memegang gelas kopi.

    Bahan dasar kopi yang digunakan sebanyak 17 gram dalam bentuk cair. "Kopi saya masukkan perlahan-lahan dengan cara menaikturunkan gelas yang dipegang dengan jari tengah dan manis di gagang gelas," ujar Dhika.

    Setelah busa susu dibuat terpisah, busa dituang pelan-pelan ke atas kopi. Terkadang Dhika memasukkan busa susu dengan menggunakan sendok. "Setelah itu baru dihias, gelas yang digunakan berukuran 200 mililiter," ujar Dhika.

    Baca juga: Susu Mahal, Trik Barista Difabel Belajar Bikin Kopi Latte Art

    Aplikasi seni latte art ini dilakukan Dhika pada sajian cappucino atau moccacino. Gambar yang biasa dibuat Dhika adalah simbol hati atau bunga tulip. Coffee latte art ini dibanderol Rp 29 sampai 40 ribu. Penentuan harga tergantung penggunaan bahan.

    "Saya belum berani menentukan harga berdasarkan seni latte karena baru tiga bulan mengikuti pelatihan barista. Kalau diberi grade, nilai saya masih di level satu-lah kira-kira," ujar Dhika.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.