Isabelle Everest, Pejudo Difabel Juara Eropa di Usia 12 Tahun

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak penyandang Cerebral Palsy memeperingati peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia di Area Car Free Day di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, 8 Oktober 2017. Peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia yang jatuh pada tanggal 6 Oktober tersebut dimanfaatkan untuk mensosialisasikan dan menggalang kepedulian bagi penyandang Cerebral Palsy. Tempo/Ilham Fikri

    Seorang anak penyandang Cerebral Palsy memeperingati peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia di Area Car Free Day di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, 8 Oktober 2017. Peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia yang jatuh pada tanggal 6 Oktober tersebut dimanfaatkan untuk mensosialisasikan dan menggalang kepedulian bagi penyandang Cerebral Palsy. Tempo/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Isabelle Everest, 12 tahun, memenangkan 2 medali emas di kejuaraan judo untuk penyandang disabilitas di seluruh Eropa. Isabelle menembus tantangan untuk seorang difabel Cerebral Palsy.

    Baca: Difabel Uji Coba LRT, Ini Daftar Fasilitas yang Mesti Diperbaiki

    "Aku ingin menunjukkan bahwa aku bukan hanya seorang gadis yang duduk di atas kursi roda," ujar Isabelle Everest kepada situs BBC, Kamis 11 April 2019. Dalam kejuaraan tersebut, Isabelle Everet tidak hanya bertanding melawan pejudo seusianya, tapi juga beragam usia dari berbagai negara di Eropa.

    Isabelle Everest membocorkan kunci kemenangannya saat bertanding adalah keberanian. Dia juga memegang prinsip, yakni jangan berkecil hati sebelum melakukan sesuatu.

    Isabelle Everest, pejudo dfabel Juara Eropa di usia 12 tahun. Foto BBC

    "Judo menjadi sesuatu yang sangat berarti bagiku," ucap Isabelle Everest. "Melalui judo, aku dapat menunjukkan kepada semua orang bahwa aku bisa melakukan apapun."

    Isabelle Everest adalah warga St. Leonard, Sussex, Inggris yang terdiagnosa mengalami Cerebral Palsy saat balita. Dia sudah beberapa kali menjalani operasi di bagian kaki dan telapak kaki.

    Baca juga:
    Yang Dilakukan Jika Bayi dalam Kandungan Terdeteksi Down Syndrome

    Sejak kecil, Isabelle Everest terbiasa menghadapi lingkungan umum dan orang tuanya mendukung agar dia melakukan berbagai hal yang menantang. "Semua tantangan harus dicoba. Hidup tidak akan berhenti meski di atas kursi roda," ujar Isabelle.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?