Siswa SMA di Amerika Bikin Kursi Roda untuk Balita

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang staf memberikan pelajaran pada anak penderita cerebral palsy, di Mabaret Falasteen, Gaza, Palestina, 20 Maret 2017. REUTERS/Mohammed Salem

    Seorang staf memberikan pelajaran pada anak penderita cerebral palsy, di Mabaret Falasteen, Gaza, Palestina, 20 Maret 2017. REUTERS/Mohammed Salem

    TEMPO.CO, Jakarta - Siswa SMU di Farmington, Amerika Serikat membuat kursi roda bermesin untuk balita penyandang Cerebral Palsy, Cillian Johnson. Bayi Cillian Johnson yang berusia 2 tahun ini tidak memiliki akses mobilitas lantaran kendala biaya dan tidak ada ukuran kursi roda yang cocok untuknya.

    Baca: 6 Etika Berinteraksi dengan Pengguna Kursi Roda

    Guru Pembimbing Farmington High School, Spencer Elvebak mengatakan para siswa membuat kursi roda menggunakan mesin mobil-mobilan dan menempatkan kursi bekas sepeda untuk anak di bawah tiga tahun atau batita. "Mereka melengkapinya dengan joystick yang disesuaiknan dengan ukuran tangan bayi," ujar Spencer Elvebak seperti yang dikutip dari situs berita Fox, Selasa 3 April 2019.

    Ayah Cillian Johnson, Taylor Johnson mengapresiasi kursi roda karya siswa SMA ini. "Kami berterima kasih karena mereka turut merasakan masa-masa berat yang harus dihadapi Cillian," ujar Taylor Johnson.

    Kursi roda untuk balita buatan siswa SMA Farmington.

    Baca juga: Pengguna Kursi Roda Perlu Seating Clinic, Seperti Ukur Baju

    Pembuatan kursi roda khusus balita ini bermula saat Taylor Johnson menyampaikan keluh kesahnya kepada kepada sekolah Farmington. Taylor Johnson menceritakan kegagalan dia mengumpulkan uang sebanyak USD 20 ribu (sekitar Rp 283 juta) untuk memesan kursi roda berukuran khusus buat Cillian Johnson.

    Mendengar curhat itu, kepala sekolah Farmington menyampaikan harapannya kepada guru pembimbing dan para siswa agar bisa memberikan solusi bagi Cillian Johnson. Dalam proses pembuatan kursi roda khusus balita ini, Sekolah Farmington berada di bawah pengawasan Universitas Delaware. Musababnya, salah satu program terbaik universitas ini adalah "Go Baby Go". Program tersebut membantu mencarikan solusi bagi orang tua yang bayinya mengalami masalah mobilitas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sandiaga Uno Alami Cegukan Saat Quick Count Pilpres 2019

    Dilansir Antara, Sandiaga Uno tak tampil di publik usai pelaksanaan Pilpres 2019 karena kabarnya ia cegukan. Beginilah proses terjadinya cegukan.