Momen Haru Saat PM Australia Sahkan Rp 5,28 Triliun Buat Difabel

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Australia, Scott Morrison. Sumber: Tracey Nearmy/Getty Images/aljazeera.com

    Perdana Menteri Australia, Scott Morrison. Sumber: Tracey Nearmy/Getty Images/aljazeera.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Australia, Scott Morrison akhirnya mengesahkan pendirian Royal Comission atau komisi disabilitas untuk menangani pemenuhan hak dan advokasi difabel di Australia. Pada kesempatan itu, Morrison juga mengalokasikan anggaran AUSD 527 juta atau sekitar Rp 5,28 triliun untuk jaminan kesejahteraan penyandang disabilitas.

    Baca: Difabel Keluhkan Ragam 'Jebakan' di Ubin Pemandu Trotoar Jakarta

    "Ini merupakan salah satu dukungan yang sangat besar bagi penyandang disabilitas di negara ini. Seperti yang selalu dikatakan saudara saya, Garry (kakak ipar Morrison), tak mudah menjadi penyandang disabilitas, tapi setidaknya kondisi terbaik yang diperoleh penyandang disabilitas adalah di Australia," ujar Scott Morrison seperti dikutip dari Sydney Morning Herald, Jumat 5 April 2019.

    Pidato pembentukan komisi disabilitas ini disampaikan Morrison dengan emosional. Dia sampai menitikkan air mata karena teringat kondisi kakak iparnya, Garry Warren, yang menyandang multiple schlerosis. Morisson menghargai perjuangan keras para pejuang advokasi penyandang disabilitas selama tiga tahun terakhir demi terbentuknya komisi disabilitas.

    Baca juga: Caleg Difabel Anggiasari Puji Aryatie Melawan Perisakan

    Komisi Disabilitas di Australia dipimpin oleh mantan hakim pengadilan federal, Ronald Sackbille bersama lima komisioner. Mereka bertugas mengkaji kesiapan dan pengalaman sejumlah lembaga, seperti sekolah, perkantoran, termasuk skema pembayaran tunjangan asuransi bagi difabel.

    Kepada para komisioner, Perdana Menteri Scott Morrison berpesan bahwa penyandang disabilitas di Australia harus ikut merasakan kesejahteraan sosial. Sambil menyeka air matanya, Morisson kembali menegaskan, bila memberikan pelayanan bagi difabel adalah sebuah kehormatan bagi negara. "Percayalah, ini bukan sekadar politik," kata Scott Morrison.

    Artikel lainnya: Teman Difabel Menanti KND: Komisi Nasional Disabilitas

    Sejak 2016, aktivis advokasi penyandang disabilitas dan hak asasi manusia di Australia berjuang membentuk komisi ini. Upaya tersebut sempat mengalami kebuntuan karena keterbatasan anggaran. Kini usaha mereka tak sia-sia. Komisi disabilitas yang bernama Royal Comission akhirnya terbentuk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Politik Dinasti dalam Partai Peserta Pemilihan Legislatif 2019

    Kehadiran politik dinasti mewarnai penyelenggaraan pemilihan legislatif 2019. Sejumlah istri, anak, hingga kerabat kepala daerah.