8 Hal Tanda Anak Alami Disabilitas Intelektual, Waspada Orang Tua

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perusahaan boneka Mattel rilis Barbie dengan disabilitas/MATTEL

    Perusahaan boneka Mattel rilis Barbie dengan disabilitas/MATTEL

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam menentukan seorang anak memiliki disabilitas mental dan intelektual psikolog tidak hanya menggunakan skala pengukuran intelijensia di bawah 70. Melainkan pula dengan beberapa cara, antara lain dengan mengobservasi perilaku dan kemampuan anak.

    Baca: Ada 40 Penyandang Disabilitas Jadi Caleg, Intip Latar Mereka

    "American Associations of Mental Retardation (AAMR)menyebutkan seseorang mengalami mental retardasi atau disabilitas intelektual bila skor intelijensia di bawah rata-rata dan memiliki kemampuan bina bantu diri yang rendah," ujar Psikolog Pendidikan dari Universitas Yarsi, Alabanyo Berbahama, dalam presentasinya "Intelijensi dan Integrasi Sensoris" yang disampaikan di Yayasan Mitra Netra, Rabu 27 Februari 2019.

    Terdapat 8 aktivitas yang bisa dipantau orang tua dalam menilai kondisi anak. Apakah anak berada pada kondisi disabilitas intelektual atau tidak. Meski begitu, ciri pantauan ini tidak berlaku mutlak, lantaran kondisi disabilitas intelektual ada yang disebabkan oleh gejala medis fisik. Berikut ini pantauan yang perlu dilakukan orang tua terhadap 8 aktivitas anak:

    1. Kemampuan mandi cuci kakus
    Seorang anak yang memiliki kondisi disabilitas intelektual tidak mampu melakukan kegiatan MCK secara mandiri, meski umur anak sudah cukup. Pembinaan dan pelatihan yang tepat dapat membantu anak membersihkan dan merawat diri secara mandiri.

    2. Kemampuan menggunakan dan berpakaian secara mandiri
    Seorang anak yang mengalami disabilitas intelektual akan kesulitan memilih pakaian dan menggunakan pakaiannya sesuai kaidah dan kegunaan. Namun, dengan pembinaan dan pelatihan yang tepat, anak dapat secara mandiri melakukan kegiatan ini.

    3. Kemandirian dalam kegiatan makan dan minum
    Orang tua dapat memantau cara anak menggunakan peralatan makan. Anak yang mengalami disabilitas intelektual tidak dapat menggunakan peralatan makan dan minum sesuai fungsinya.

    4. Komunikasi sehari-hari
    Anak yang tidak mengalami kondisi disabilitas mental mampu menangkap arti instruksi dan menerjemahkannya dalam pikiran mereka, kemudian mengekspresikannya dalam aktivitas sehari-hari. Kemampuan ini dikenal dengan bahasa respective dan ekspressive. Namun anak dengan disabilitas intelektual tidak memiliki kemampuan ini.

    5. Kemampuan orientasi terhadap lingkungannya
    Seorang anak yang mengalami kondisi disabilitas intelektual tidak akan paham konsep arah dari dan jalan pulang ke rumahnya. Namun dengan pengarahan dan penanganan yang tepat, anak dapat lebih mandiri.

    6. Pengenalan konsep waktu dan uang
    Anak dengan kondisi disabilitas intelektual tidak mampu membedakan jumlah uang dan tidak dapat mengenali perbedaan waktu. Seperti, anak tidak tahu berapa jumlah uang kembalian yang harus diterimanya ketika membayar dengan nominal uang yang lebih besar.

    7. Pemahaman terhadap aturan sosial dan tata krama
    Anak dengan kondisi disabilitas intelektual akan mengalami kesulitan terhadap pemahaman aturan dan kaidah sosial. Namun, dengan penanganan yang tepat, anak dalam kondisi disabilitas intelektual dapat menjalani kehidupannya secara lebih tertib.

    Baca: Difabel Ini Menulis Buku Autobiografinya Dengan Hidung

    8. Kemampuan pengarahan dan determinasi diri.
    Anak dengan kondisi disabilitas intelektual akan kesulitan memiliki otoritas diri menentukan keinginannya. Namun, dengan penanganan yang tepat, mereka dapat menggunakan insting yang mengarahkan mereka pada otoritas diri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.