Perusahaan di Amerika Mesti Bikin Indeks Kesetaraan Disabilitas

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pekerja disabilitas. Shutterstock.com

    Ilustrasi pekerja disabilitas. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah perusahaan besar di Amerika mesti membuat indeks kesetaraan disabilitas atau disability equality indeks (DEI). Indeks ini penting untuk mensejajarkan pegawai dengan disabilitas dengan non-disabilitas yang bekerja di perusahaan itu.

    Baca: Jokowi atau Prabowo yang Lebih Menguasai Isu Disabilitas?

    Sekitar 49 perusahaan besar seperti Aple, Mc Donalds, 21 Century Fox, diminta segera membuat indeks kesetaraan disabilitas ini. Disability equality indeks adalah inisiatif dari berbagai lembaga non-profit, termasuk asosiasi penyandang disabilitas Amerika dengan berbagai perusahaan.

    Indeks kesetaraan disabilitas dibuat untuk mendukung komunitas pekerja disabilitas di tempat kerja. "Indeks ini menjadi wujud pemenuhan hak buruh dan pekerja di tempat kerja," ujar pengawas DEI, Thomas DiNapoli, seperti dikutip dari Forbes, Kamis 24 Januari 2019.

    Surat imbauan ini disampaikan pengawas DEI kepada seluruh perusahaan sebagai bagian dari akuntabilitas perusahaan, sejajar dengan isu lingkungan dan pelayanan sosial. Meski begitu, masih ada perusahaan yang mengabaikan imbauan tentang penerapan inklusivitas di tempat kerja.

    Sebagian perusahaan menganggap inklusivitas sebagai bentuk ketaatan. Ada pula perusahaan yang menganggap, perwujudan inklusivitas di tempat kerja menghabiskan banyak biaya. Tak sedikit pula perusahaan yang belum tahu tentang indeks kesetaraan disabilitas ini.

    Baca juga: Sebaiknya Sebut Penyandang Disabilitas, Bukan Difabel, Sebab...

    Beberapa unsur di dalam indeks kesetaraan disabilitas, antara lain fasilitas bagi karyawan disabilitas, peluang untuk meniti jenjang karier, kesesuaian jenis pekerjaan dengan kondisi disabilitas, dan pertimbangan pengalaman kerja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?