Casa Marco Simoncelli, Rumah Bagi Anak Disabilitas

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marco Simoncelli. REUTERS/Daniel Munoz

    Marco Simoncelli. REUTERS/Daniel Munoz

    TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga pembalap Marco Simoncelli mendirikan sebuah rumah rehabilitasi bagi anak-anak penyandang disabilitas di Via della Republican, Sant Andrea, Besanigo, Italia. Rumah rehabilitasi tersebut diresmikan bertepatan dengan hari lahir mendiang Simoncelli yang ke-32, Senin 20 Januari 2019.

    Baca: MotoGP: Yayasan Marco Simoncelli Dirikan Rehabilitasi Disabilitas

    Marco Simoncelli adalah pembalap MotoGP yang mengalami kecelakaan maut saat bertanding di Sirkuit Sepang, Malaysia pada Oktober 2011. Saat itu, Simoncelli yang sedang berpacu dengan Alfaro Bautista mengalami slip di lap kedua. Tabrakan beruntun tidak terhindarkan.

    Salah satu kaki Simoncelli terjepit di tengah sepeda motor. Kemudian pembalap setelahnya Collin Edwards dan Valentino Rosi menghajar tubuhnya meski mereka sudah berusaha menghentikan laju sepeda motor. Pertandingan dihentikan saat itu juga dan Simoncelli langsung dilarikan ke salah satu rumah sakit di Kuala Lumpur. Namun nyawanya tak tertolong.

    Casa Marco Simoncelli.

    Meski telah tiada, Simoncelli ingin melakukan sesuatu bagi masyarakat melalui rumah anak disabilitas Casa Marco Simoncelli. Proyek ini digagas oleh Yayasan Marco Simoncelli sejak lima tahun lalu dan diawali dari proyek bernama After Us. Proyek tersebut melibatkan rekan sesama pembalap, sponsor, donatur dan penggemar Simoncelli dari sirkuit MotoGP.

    Rumah rehabilitasi bagi anak penyandang disabilitas ini mampu menampung sekitar 30 anak dengan 12 penyintas. Berdiri di lahan seluas lebih dari 1.000 meter persegi, di sini anak-anak penyandang disabilitas bisa belajar, bermain, sekaligus berolahraga dengan ditunjang fasilitas yang memadai.

    Mengutip laman Fondazionemarcosimoncelli, Casa Marco Simoncelli dikelola oleh komunitas Monte Tauro dari Coriano. Komunitas ini yang mengelola aset Simoncelli.

    Artikel lainnya:
    Jokowi atau Prabowo yang Lebih Menguasai Isu Disabilitas?
    Debat Capres, Jokowi dan Prabowo Belum Sentuh Isu Disabilitas Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?