Tips Bagi Musikus Difabel Bersaing di Industri Musik

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Musikus Adrian Yunan dipastikan akan menjadi pengisi acara UNESCO/ Emir Jaber Al Ahmad Al Jaber Al Sabah Prize for Digital Empowerment of Persons with Disabilities. (Shindu Alpito)

    Musikus Adrian Yunan dipastikan akan menjadi pengisi acara UNESCO/ Emir Jaber Al Ahmad Al Jaber Al Sabah Prize for Digital Empowerment of Persons with Disabilities. (Shindu Alpito)

    TEMPO.CO, Jakarta - Musikus dengan disabilitas yang baru merintis karier di jalur musik sebaiknya tidak gentar menghadapi persaingan dengan musikus non-disabilitas. Mantan personel band EfekRumahKaca, Adrian Yunan Faisal mengatakan setiap musikus memiliki ciri khas tertentu yang akan digemari pendengarnya, tak terkecuali musikus difabel.

    Baca: Musikus Tunanetra Indonesia Diundang UNESCO ke Prancis

    "Musikus dengan disabilitas jangan diberikan panggung sendiri atau dikotak-kotakkan dengan musikus non-disabilitas," kata Adrian di acara diskusi 'Disabilitas Menaklukkan Aksesibilitas' di Kios Ojo Keos, Kamis 27 Desember 2018. Adrian Yunan berpendapat, sebaiknya biarkan musikus difabel menunjukkan kemampuannya dalam satu panggung yang sama dengan musikus non-disabilitas.

    Dengan begitu, Adrian Yunan melanjutkan, musikus disabilitas memiliki pengalaman tampil dalam forum yang lebih beragam sekaligus belajar meningkatkan kemampuan. Adrian yang juga seorang tunanetra mengatakan, musikus dengan disabilitas harus produktif dan berani muncul ke permukaan agar dapat dikenal oleh pendengarnya.

    Penampilan Adrian Yunan sebagai pembuka konser Duo folk AriReda "Suara dari Jauh", musikalisasi karya puisi sastrawan Goenawan Mohamad di Gedung Kesenian Jakarta, 23 Maret 2017. Konser ini untuk merayakan peluncuran album AriReda "Suara dari Jauh. TEMPO/Nurdiansah

    Yang tak kalah panting, Adrian Yunan mengatakan, musikus disabilitas juga harus pandai dan sigap memanfaatkan kesempatan agar karyanya dikenal masyarakat. "Tidak apa-apa bila ada media yang mengglorifikasi atau menganggap heroik musikus disabilitas. Ini bukan soal kesepatan, tapi lebih dari itu. Ini adalah cara yang efektif untuk memperkenalkan diri kepada dunia," ujar Adrian.

    Baca juga: Fasilitas Apa Saja yang Diperlukan Difabel di Tempat Wisata

    Adrian Yunan berharap musikus dengan disablitas lebih aktif di wadah atau komunitas musik agar mengetahui perkembangan musik di Indonesia. Sebab, dari sana bisa muncul berbagai pengetahuan atau inspirasi bagaimana megembangkan karier di dunia musik. "Harus lebih banyak berkreasi dan memproduksi karya sendiri," ucap Adrian


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sandiaga Uno Alami Cegukan Saat Quick Count Pilpres 2019

    Dilansir Antara, Sandiaga Uno tak tampil di publik usai pelaksanaan Pilpres 2019 karena kabarnya ia cegukan. Beginilah proses terjadinya cegukan.