Senin, 17 Desember 2018

Tips Buat Wanita Tunanetra yang Ingin Belajar Makeup

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi make-up. Kris Connor/Getty Images for NYX Professional Makeup

    Ilustrasi make-up. Kris Connor/Getty Images for NYX Professional Makeup

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri gerakan Lipstick untuk Difabel, Laninka Siamiyono ingin mendorong wanita difabel bisa merasa cantik. Dia sendiri berhasil membuktikan kalau keterbatasan fisik tak membuat seseorang berhenti berkarya.

    Baca: Ada Kelas Makeup untuk Tunanetra, Bagaimana Caranya?

    Menderita penyakit autoimun rheumatoid arthritis membuat Laninka Siamiyono harus duduk di kursi roda dan memiliki gerakan tangan yang terbatas. Laninka kemudian menemukan semangat untuk terus berkarya melalui makeup. Dia merasakan sendiri kalau makeup bisa meningkatkan rasa percaya diri, tak terkecuali bagi teman disabilitas.

    Laninka Siamiyono memegang prinsip semua wanita -difabel maupun non-difabel, berhak merasa cantik. Terutama bagi teman wanita penyandang disabiiltas netra, dia kerap mendengar kenapa mereka perlu ikut cantik padahal mereka sendiri tak bisa melihatnya. "Anggapan seperti itu benar-benar keliru," kata Laninka.

    "Pesanku, jangan pernah takut untuk memulai belajar makeup," ucap Laninka. Menurut dia, sekarang ini justru banyak yang melakukan no mirror makeup challenge yang menantang orang merias wajah tanpa bantuan cermin. Dengan kondisi itu, teman-teman tunanetra pasti bisa juga melakukannya dengan rutin berlatih.

    Laninka Siamiyono, pendiri gerakan Lipstick untuk Difabel, di Harlequin Bistro, Jakarta Selatan, Minggu 16 September 2018 (Tempo/Astari P Sarosa)

    Ketika mencoba, jangan takut makeup akan berantakan atau menor karena masih bisa dihapus dan diulang lagi. "Tak perlu mempedulikan kata orang yang bilang tunanetra tidak butuh dandan atau yang mendiskriminasi bagaimana cara mengaplikasian makeup. Justru merias dengan cara meraba jauh lebih efektif," kata Laninka.

    Melalui Lipstick untuk Difabel, Laninka Siamiyono dan teman-temannya memberikan lipstik bagi komunitas difabel dan membuka kelas makeup. Kelas ini dibuka untuk membuktikan kalau keterbatasan fisik tidak menghentikan wanita difabel untuk merasa cantik. "Aku ingin makeup dapat diakses oleh setiap orang bagaimanapun kondisinya," ucapnya.

    Artikel terkait:
    Beauty Vlogger Disabilitas Laninka Siamiyono: Makeup Terapiku


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".