Minggu, 18 November 2018

Satu Hari Saat Penyandang Disabilitas Bebas Berekspresi

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menggunakan kostum Sherlock Holmes bersama putranya, Hadrien, saat berpartisipasi dalam perayaan Halloween di Rideau Hall, Ottawa, Kanada, 31 Oktober 2018. REUTERS/Chris Wattie

    Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menggunakan kostum Sherlock Holmes bersama putranya, Hadrien, saat berpartisipasi dalam perayaan Halloween di Rideau Hall, Ottawa, Kanada, 31 Oktober 2018. REUTERS/Chris Wattie

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyandang disabilitas di negara-negara Eropa dan Amerika merasa punya satu hari di mana mereka bisa bebas berekspresi seperti non-disabilitas. Hari itu adalah hari Halloween yang dirayakan setiap 31 Oktober.

    Baca: Jokowi Ingin Angkat Anak Dewi Yull Jadi Staf Khusus Presiden

    Di Eropa dan Amerika, Halloween dirayakan dengan pesta dan kostum yang meriah. Dengan begitu, siapapun dapat mengekspresikan diri mereka dalam balutan berbagai busana unik tanpa harus merasa aneh.

    "Haloween itu seperti Natal bagi kami," ujar April, perempuan dengan paraplegi asal Chicago, Amerika Serikat, seperti yang dikutip situs BBC, Sabtu 2 November 2018. April mengatakan Haloween adalah salah satu cara bagi penyandang disabilitas untuk memandang positif kondisi tubuh mereka. "Melalui kostum, kami ingin berbagi hal positif dengan penyandang disabilitas."

    Anak-anak mengenakan kostum unik saat ikut memeriahkan Parade Halloween di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, 31 Oktober 2018. REUTERS/Brian Snyder

    Selain April, ada pula mantan atlet Paralympic, Josh Sundsquits yang sangat antusias dengan perayaan Haloween. Atlet paraplegi yang saat ini menjadi komika di stand up comedy Amerika Serikat tersebut memilih berkostum ala jin di cerita 1001 malam Aladdin.

    Baca juga: Tips Merawat Buku Braille

    Josh Sundsquits mengatakan kostum ala jin yang dipajang di akun instagramnya terinspirasi sosok Broose Johnson. Menurut Josh Sundsquits, Bruce adalah animator Disney pembuat tokoh Aladdin yang juga seorang penyandang disabilitas paraplegi dengan dua kaki buatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.