Penutupan Asian Para Games 2018, Buka Akses Lebih Luas ke Difabel

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, memberikan sambutan saat pembukaan Turnamen Tenis Meja Universitas Terbuka-Tempo di UTCC, Tanggerang Selatan, 20 Juli 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, memberikan sambutan saat pembukaan Turnamen Tenis Meja Universitas Terbuka-Tempo di UTCC, Tanggerang Selatan, 20 Juli 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi mengatakan suksesnya perhelatan Asian Para Games 2018 menjadi momentum yang tepat untuk membuka akses seluas-luasnya bagi para penyandang disabilitas. Menurut dia, baik penyandang difabel maupun non-disabilitas perlu mendapatkan akses yang sama terhadap berbagai hal.

    Baca:
    Mengenal Forum Fotografer Disabilitas di Asian Para Games 2018

    Imam Nahrawi mengatakan Asian Para Games juga menjadi bukti bahwa perjuangan atlet disabilitas sama dengan atlet non-disabilitas. Bahkan dengan kekurangan mereka, tidak serta merta menjadi halangan untuk mencapai prestasi.

    "Karena itu ke depan semua akses harus dibuka seluas-luasnya. Tidak hanya soal infrastruktur, tapi di tempat manapun harus kita berikan kesempatan yang sama kepada teman-teman disabilitas," kata Imam Nahrawi di Gelora Bung Karno Arena, Jakarta.

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi (keempat kanan) didampingi Menko PMK Puan Maharani (ketiga kanan), Menpora Imam Nahrawi (kelima kanan), dan Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari (kedua kanan) berfoto bersama atlet Asian Para Games 2018. ANTARA/Bayu Prasetyo

    Momentum Asian Para Games ini, Imam menambahkan, harus menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak, baik swasta maupun pemerintah, agar penyandang disabilitas mendapat kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri. Dia mencontohkan, para peraih medali di Asian Para Games 2018 akan diberi kesempatan menjadi pegawai negeri sipil, atau pegawai di badan usaha milik negara.

    Peluang itu, menurut Imam Nahrawi, menjadi salah satu bentuk dari membuka akses bagi teman disabilitas yang ia maksud. "Meskipun mereka memiliki keterbatasan, mereka juga punya cita-cita menjadi deputi, menteri, atau apa saja," ucap dia

    Artikel lainnya:
    'Perjuangan' Difabel Menonton Penutupan Asian Para Games 2018


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.