Minggu, 18 November 2018

Asian Para Games, Ada Perasaan Keliru kepada Atlet Disabilitas

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang atlet berlaga dalam pertandingan para cycling Asian Para Games 2018 dengan latar belakang tempat duduk penonton yang kosong di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 9 Oktober 2018. Pertandingan para cycling Asian Para Games di Sirkuit International Sentul ini tampak sepi dari penonton. ANTARA

    Seorang atlet berlaga dalam pertandingan para cycling Asian Para Games 2018 dengan latar belakang tempat duduk penonton yang kosong di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 9 Oktober 2018. Pertandingan para cycling Asian Para Games di Sirkuit International Sentul ini tampak sepi dari penonton. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Asian Para Games 2018 menjadi ajang pembuktian bagi teman-teman disabilitas bahwa mereka juga bisa mengukir prestasi. Hanya saja, tak seperti perhelatan Asian Games 2018 pada Agustus lalu, pertandingan sejumlah cabang olahraga pada Asian Para Games 2018 tampak sepi penonton.

    Baca:
    Sebab Asian Para Games 2018 Sepi Penonton

    Mungkin bukan karena tak punya waktu atau tak punya uang untuk membeli tiket, masih ada sebagian orang yang merasa tidak tega ketika melihat orang dengan disabilitas. Psikolog dari Q Consulting, Rena Masri mengatakan perasaan atau anggapan seperti itu justru melemahkan teman disabilitas.

    "Bukan kasihan, tapi berempati dan menyemangati," kata Rena Masri kepada Tempo. Para atlet itu mestinya dihargai karena mereka bisa bangkit meski memiliki keterbatasan fisik. Semangat itu bisa membuat semua orang belajar untuk berbuat yang terbaik.

    Suasana sepi tempat duduk penonton saat pertandingan final Para Cycling putra H4-5 Road Race Asian Para Games 2018 di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 9 Oktober 2018. ANTARA

    Dukungan dari penonton ini sangat diharapkan oleh para atlet di Asian Para Games 2018. Peraih medali emas di cabang olahraga para-badminton, Fredy Setiawan mengatakan menghadapi lawan bukan perkara sulit karena pada prinsipnya metode permainannya sama.

    Yang membuat berbeda, menurut dia, adalah banyak sedikitnya penonton karena itu mempengaruhi semangat. Penonton yang banyak, kata Fredy Setiawan, bisa membuat dia dan tim lebih bersemangat.

    Jadi, jangan ragu menyaksikan pertandingan Asian Para Games 2018. Semangati atlet kita.

    M. KHORY

    Artikel lainnya:
    Mimpi Atlet Asian Para Games 2018 Punya Gym Khusus Disabilitas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.