Minggu, 18 November 2018

Sebab Asian Para Games 2018 Sepi Penonton

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet Indonesia peraih medali emas, Suparniyati (tengah), dan Tiwa, peraih medali perunggu (kiri), meluapkan kegembiraan bersama atlet Jepang peraih medali perak, Hiromi Nakada (kanan), setelah bertanding dalam babak final para-atletik nomor tolak peluru F20 putri Asian Para Games 2018 di Stadion Utama GBK, Jakarta, Senin, 8 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

    Atlet Indonesia peraih medali emas, Suparniyati (tengah), dan Tiwa, peraih medali perunggu (kiri), meluapkan kegembiraan bersama atlet Jepang peraih medali perak, Hiromi Nakada (kanan), setelah bertanding dalam babak final para-atletik nomor tolak peluru F20 putri Asian Para Games 2018 di Stadion Utama GBK, Jakarta, Senin, 8 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Asian Para Games 2018 sudah berlangsung dari Sabtu, 6 Oktober 2018. Pembukaan dan hari pertama pesta olahraga Asian Para Games 2018, tidak seramai saat Asian Games 2018, yang berlangsung Agustus kemarin. Penjualan tiket untuk pesta pembukaan maupun festival di hari pertama tidak seramai perhelatan Asian Games 2018.

    Baca:
    Asian Para Games, Kisah Fredy Setiawan yang Tak Suka Badminton

    Salah satu alasan yang membuat masyarakat memilih tidak menyaksikan pertandingan Asian Para Games 2018 adalah karena 'tidak tega' melihat atlet disabilitas. Psikolog Q Consulting, Rena Masri menjelaskan masih ada orang yang kasihan ketika melihat difabel.

    "Namun tetap harus berempati dan menunjukkan dukungan terhadap mereka. Salah satunya dengan menyaksikan pertandingan," kata Rena Masri kepada Tempo, Senin 8 Oktober 2018.

    Pesta kembang api memeriahkan Upacara Pembukaan Asian Para Games 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu, 6 Oktober 2018. ANTARA

    Semakin banyak orang yang menonton pertandingan, maka atlet akan semakin bersemangat dan mendpatkan dukungan yang lebih besar. Rena menambahkan sebaiknya sosialisasi Asian Para Games 2018 dibuat lebih detail sehingga masyarakat bisa mengetahui profil atlet dan memiliki bayangan seperti apa pertandingannya.

    Publik membutuhkan informasi tentang beberapa cabang olahraga untuk disabilitas yang belum familiar di masyarakat, seperti boccia, lawn bowl, goa ball, dan lainnya. "Dengan begitu, masyarakat diharapkan lebih siap menyaksikan pertandingan Asian Para Games,” kata Rena.

    Artikel lainnya:
    Mengenal Forum Fotografer Disabilitas di Asian Para Games 2018
    Kemensos Sebar 8.200 Undangan Asian Para Games 2018 buat Difabel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.