Rabu, 17 Oktober 2018

Mengenal Forum Fotografer Disabilitas di Asian Para Games 2018

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Christianto Harsadi (kedua dari kiri), fotografer tunarungu bersama empat temannya yang juga penyandang disabilitas, Clara Vania Puspita, Lalu Syena Z, Alkautsan W, dan Ivan Octa Putra sedang menerima pengarahan mengenai fotografi di Main Press Center, Gelora Bung Karno Arena, Senayan, Jakarta Pusat, pada Minggu, 7 Oktober 2018. TEMPO | Khory

    Christianto Harsadi (kedua dari kiri), fotografer tunarungu bersama empat temannya yang juga penyandang disabilitas, Clara Vania Puspita, Lalu Syena Z, Alkautsan W, dan Ivan Octa Putra sedang menerima pengarahan mengenai fotografi di Main Press Center, Gelora Bung Karno Arena, Senayan, Jakarta Pusat, pada Minggu, 7 Oktober 2018. TEMPO | Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - Asian Para Games 2018 tak hanya diikuti oleh atlet disabilitas, namun juga fotografer berkebutuhan khusus. Di ruang main press center Gelor Bung Karno Arena, Senayan, Jakarta Pusat, pada Minggu 7 Oktober 2018, Tempo mendapati lima fotografer tunarungu sedang menerima pengarahan terkait mekanisme pengambilan gambar di perhelatan ini.

    Baca:
    Cara Bagi Tugas Relawan Disabilitas di Asian Para Games 2018

    Lima fotografer disabilitas itu adalah Christianto Harsadi, Clara Vania Puspita, Lalu Syena Z, Alkautsan W, dan Ivan Octa Putra. "Aku menggagas ide ini pada awal tahun 2018. Dari visi Asian Para Games untuk atlet difabel, artinya fotografer difabel juga bisa mengambil kesempatan yang sama seperti atlet yang bertanding. Itu namanya kesetaraan dan ini yang saya cari," ujar Christianto yang melayani wawancara melalui pesan teks.

    Pada Asian Para Games 2018, Christianto mengajak 12 fotografer disabilitas untuk terjun langsung sambil belajar. Namun yang hadir adalah lima orang tadi, termasuk dirinya.

    Fotografer tunarungu Christianto Harsadi berpartisipasi di Asian Para Games 2018. TEMPO | Khory

    Baca juga:
    Pembukaan Asian Para Games 2018, Ada Penari Tunarungu tanpa Musik

    Christianto menceritakan ketertarikannya pada dunia fotografi dimulai 10 tahun lalu. Dia baru menekuninya pada 2013 dengan mengikuti kelas fotografi. Sebenarnya, kata dia, belum ada nama resmi bagi forum fotografer difabel. Bahkan kepengurusan juga belum ada karena mulai berdiri pada saat mereka sama-sama mengikuti lomba fotografi pertama khusus difabel di Indonesia pada tahun lalu.

    Untuk menguji kemampuan dan menambah ilmu fotografinya, Christianto rajin mengikuti berbagai lomba fotografi, misalnya Canon Photomarathon, beragam workshop fotografi, dan Photo Face-Off pada 2016 dan 2017. Dari ajang Photo Face-Off, dia meraih beasiswa Darwis Triadi of School pada awal 2018. Ilmu yang diperoleh dari workshop tersebut dibagikan Christianto kepada teman-temannya.

    Christianto berpesan kepada teman disabilitas agar tetap bersemangat dan jangan berhenti berkarya. "Tidak boleh menyerah meski menghadapi kesulitan besar," ucap dia. "Jika kamu menghadapi kesulitan besar, maka kamu akan mendapatkan kesempatan besar."

    Artikel lainnya:
    Kisah Tunanetra di Dalam Kontainer yang Selamat dari Tsunami Palu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.