Rabu, 17 Oktober 2018

Kemensos Sebar 8.200 Undangan Asian Para Games 2018 buat Difabel

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pawai obor Asian Para Games 2018 di Balai Kota DKI Jakarta, Ahad, 30 September 2018. Kirab Obor hari ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan tarian, iring-iringan bendera negara peserta Asian Para Games, pawai kostum, dan iringan atlet Asian Para Games. TEMPO/M. Taufan Rengganis.

    Suasana pawai obor Asian Para Games 2018 di Balai Kota DKI Jakarta, Ahad, 30 September 2018. Kirab Obor hari ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan tarian, iring-iringan bendera negara peserta Asian Para Games, pawai kostum, dan iringan atlet Asian Para Games. TEMPO/M. Taufan Rengganis.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Sosial menyebar 8.200 undangan Asian Para Games 2018 untuk penyandang disabilitas. Kepala Subdirektorat Validasi dan Terminasi Direktorat Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosial, Rachmat Koesnadi mengatakan undangan tersebut akan disalurkan melalui komunitas atau organisasi yang menaungi penyandang disabilitas di seluruh Indonesia.

    "Kementerian Sosial mendapat tugas dari Indonesian Asian Para Games Organizing Comitee atau Inapgoc untuk mengundang penyandang disabilitas supaya hadir di pembukaan Asian Para Games 2018 dan pertandingan-pertandingan di dalamnya," ujar Rachmat ketika dihubungi Tempo, Selasa 2 Oktober 2018. Undangan ini akan disebarkan secara online ke organisasi yang berdomisili di luar Jabodetabek. Adapun organisasi yang beralamat di Jabodetabek akan menerima undangan dalam bentuk fisik.

    Artikel lainnya:
    Asian Para Games 2018, Kisah Masa Kecil Atlet David Jacobs

    Ribuan undangan tersebut, menurut Rahmat, mencakup acara pembukaan dan pertandingan 18 cabang olahraga. Rinciannya, 3.000 tiket untuk pembukaan penyandang disabilitas non-kursi roda, dan 200 untuk pengguna kursi roda. Sisanya, 5.000 undangan untuk menonton pertandingan berbagai cabang olahraga. Rahmat menambahkan, angka tersebut adalah estimasi karena hingga kini belum ada jumlah pasti berapa organisasi dan komunitas yang akan diundang.

    Selain menyebarkan undangan, Kementerian Sosial juga menyediakan anggaran untuk akomodasi bagi organisasi disabilitas yang mengajak anggota atau klien mereka. Namun, dia menjelaskan, hingga kini belum jelas berapa besarannya anggarannya. Rachmat menyebut jumlahnya tidak terlalu besar karena memang bukan untuk menanggung ongkos sepenuhnya.

    Baca juga:
    Cara Berinteraksi dengan Tunanetra, Perhatikan Tutur dan Sentuhan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.