Rabu, 17 Oktober 2018

Cara Komunikasi Relawan Tunarungu dan Tunanetra Asian Para Games

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi berbincang dengan sejumlah atlet seusai upacara pelepasan kontingen Indonesia untuk Asian Para Games 2018 di halaman belakang Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 2 Oktober 2018. Dalam acara pelepasan tersebut, Jokowi tampak akrab berbincang dengan para atlet. ANTARA

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi berbincang dengan sejumlah atlet seusai upacara pelepasan kontingen Indonesia untuk Asian Para Games 2018 di halaman belakang Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 2 Oktober 2018. Dalam acara pelepasan tersebut, Jokowi tampak akrab berbincang dengan para atlet. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Asian Para Games 2018 akan berlangsung dua hari lagi. Acara pembukaan Asian Para Games di Gelora Bung Karno pada Sabtu, 6 Oktober 2018 bakal dihadiri puluhan ribu atlet beserta pendamping dan penonton. Perhelatan ini melibatkan 8.000 relawan yang terdiri dari penyandang disabilitas maupun non-disabilitas.

    Baca juga:
    Relawan Asian Para Games Mengeluh Fasilitas Tak Ramah Disabilitas

    Wakil Direktur Divisi Legal, HR dan Volunteer Indonesian Asian Para Games Organizing Comitee, Reza Brammadita mengatakan bekerja dengan teman disabilitas membutuhkan cara yang berbeda, terutama saat berkomunikasi dalam tim. Untuk relawan tunanetra dan tunarungu, Reza menjelaskan, komunikasi dibantu dengan menggunakan aplikasi pesan instan WhatsApp.

    "Ada teman relawan tunarungu yang tidak bisa membaca gerak bibir dan bicara tidak jelas. Akhirnya kami menyepakati komunikasi dengan menggunakan aplikasi Whatsapp," kata Reza ketika ditemui di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa 2 Oktober 2018. Peranti lunak tersebut, Reza menambahkan, juga memiliki fitur yang membantu teman disabilitas netra dalam menulis pesan atau merekam suara.

    Reza mengaku sudah menggunakan metode ini sejak proses perekrutan. Saat itu, dia menggunakan cara tersebut untuk mencari tahu orang dengan disabilitas rungu seperti apa yang ia ajak bicara. "Dulu kami berkomunikasi menggunakan Whatsapp untuk mengetahui sampai mana mereka bisa berkomunikasi. Dari situ diketahui ada yang bisa membaca gerak bibir, ada yang masih bisa mendengar dengan alat bantu," ucap dia.

    Pada tunarungu total, Reza mengatakan, masih bisa menjalain komunikasi berbasis pesan teks. Relawan tunarungu total ini, menurut dia, mampu menyelesaikan tugas dengan baik meski ditempatkan di posisi yang mengharuskan dia bertemu banyak orang. "Kemarin di test event, dia diposisikan di help desk. Membantu absensi teman-temannya dan beberapa soal administrasi. Jadi intinya di komunikasi," tutur Reza.

    Artikel lainnya:
    Atlet Asian Para Games 2018 Ini Kerap Bayangkan Dikejar Anjing
    Mimpi Atlet Asian Para Games 2018 Punya Gym Khusus Disabilitas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.