Senin, 17 Desember 2018

Asian Para Games 2018, Apa Kelebihan Kursi Roda Baru dari Jepang

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paralimpian Jateng, Akhmad Saidah berusaha memacu kursi rodanya pada final balap kursi roda nomor 1500 meter klasifikasi T54 putra Papernas XIV 2012 di Sport Center Rumbai, Pekanbaru, Senin (8/10). ANTARA/FB Anggoro

    Paralimpian Jateng, Akhmad Saidah berusaha memacu kursi rodanya pada final balap kursi roda nomor 1500 meter klasifikasi T54 putra Papernas XIV 2012 di Sport Center Rumbai, Pekanbaru, Senin (8/10). ANTARA/FB Anggoro

    TEMPO.CO, Solo - Atlet balap kursi roda akan menggunakan kursi roda balap yang baru di ajang Asian Para Games 2018. Kursi roda balap baru itu dipesan dari Jepang dan sudah tiba di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Baca juga:
    Asian Para Games 2018: Menpora Janjikan Bonus Rp 1,5 Miliar

    Atlet balap kursi roda di Asian Para Games 2018, Zaenal Aripin mengatakan spesifikasi kursi roda balap tersebut jauh lebih tinggi dibanding kursi roda balap yang selama ini dia gunakan. Kursi roda balap yang dikabarkan seharga Rp 260 juta per unit itu menggunakan rangka yang seluruhnya terbuat dari karbon.

    “Bahan full carbon akan lebih ringan dan dari sisi aerodinamikanya tentu lebih bagus,” kata Zaenal Arifin. Sebelum dipakai, dia melanjutkan, ada beberapa bagian dari kursi roda yang harus disetel untuk menyesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.

    Salah satu bagian yang harus diatur ulang adalah tempat duduk agar nyaman. "Ini atletnya sendiri yang me-nyetting. Kalau pakai settingan orang lain belum tentu sesuai,” kata Zaenal.

    Menurut Zaenal, sebagian atlet sebenarnya ingin segera berangkat ke Jakarta. Selain untuk mencoba kursi roda balap yang baru, mereka juga ingin membiasakan diri berlatih di lintasan balap di Stadion Gelora Bung Karno, tempat mereka akan berlaga di Asian Para Games 2018 pada 6 - 13 Oktober 2018.

    Atlet balap kursi roda Para Atletik Indonesia Jaenal Aripin, saat ditemui di Stadion Madya, Komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat. TEMPO | Egi Adyatama

    Hanya saja keinginan para atlet untuk segera ke Jakarta dianggap bakal membuat program latihan mereka tidak maksimal. Musababnya, jarak dari wisma atlet di Kemayoran cukup jauh dari Stadion Gelora Bung Karno.

    “Semua tahu lalu lintas di Jakarta macetnya seperti apa. Pelatih sempat bingung juga. Daripada tiba di Jakarta lebih awal tapi latihannya justru tidak maksimal, lebih baik memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk berlatih di Solo. Jadinya kami ke Jakarta pada awal Oktober,” kata Zaenal.

    Di Asian Para Games 2018, Zaenal yang masuk dalam kategori T 54 (mengalami gangguan fungsi pada sebagian kaki dan tubuh) akan berlaga di empat nomor, yaitu sprint 100 meter, 200 meter, 400 meter, dan estafet. Zaenal Arifin termasuk salah satu atlet yang digadang mampu menyabet medali emas di Asian Para Games 2018.

    Saat berlaga di World Para Athletic Grand Prix 2018 di Beijing, China, pada Mei lalu, Zaenal menyabet medali emas pada nomor 200 meter dan medali perak pada nomor 100 meter.

    Artikel lainnya:
    Asian Para Games 2018, Profil Atlet Voli Duduk Nina Gusmita


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".