Minggu, 18 November 2018

Cabang Olahraga Asian Para Games Bagi Atlet Tanpa Fungsi Gerak

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim atlet Boccia Indonesia sedang berlatih di Korea Selatan. Cabang olahraga untuk atlet disabilitas ini akan dipertandingkan di Asian Para Games 2018.

    Tim atlet Boccia Indonesia sedang berlatih di Korea Selatan. Cabang olahraga untuk atlet disabilitas ini akan dipertandingkan di Asian Para Games 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Asian Para Games 2018 adalah Boccia. Olahraga ini untuk atlet disabilitas penyandang celebral palsy atau yang mengalami keterbatasan gerak di bagian tubuh atas dan bawah.

    "Mereka bertanding dengan cara melempar bola ke bola poin. Wasit kemudian mengukur posisi bola yang terdekat dengan bola poin," ujar Muhamad Bram Riyadi, Manajer Kompetisi Asian Para Games, saat dihubungi Tempo, Rabu 29 Agustus 2018. Pada awalnya Boccia bukan olahraga untuk berkompetisi. Boccia menjadi salah satu bentuk rehabilitasi bagi penyandang disabilitas gerak.

    Boccia pertama kali dikembangkan pada 1558 oleh seorang dokter saraf asal Inggris untuk penyandang disabilitas gerak. Beratus tahun kemudian olahraga ini dipertandingkaan di ajang Paralympic New York pada 1984. Sejak itu pula dibentuk organisasi induk bernama Boccia Sport Federation atau Bisfed.

    Cabang olahraga Boccia menggunakan lapangan seluas 6 x 12,5 meter atau hampir sama dengan luas lapangan bulu tangkis. Bola yang digunakan sebanyak 9 buah, dan satu di antaranya berwarna putih. Inilah yang disebut sebagai bola poin. Adapun delapan bola lainnya terdiri dari 4 bola berwarna merah, dan 4 bola biru.

    Cara mainnya, bola putih adalah bola poin yang dilempar pertama kali di lapangan. Kemudian 4 bola warna merah dan 4 bola warna biru akan dilempar ke arah bola putih secara bergantian oleh masing-masing tim. "Jauh dekatnya lemparan bola harus menggunakan teknik dan setiap jarak ada kuota nilainya. Poin ini yang akan menentukan siapa pemenangnya," ujar Bram.

    Atlet cabang olahraga Boccia.

    Setiap bola memiliki bobot yang sama, yakni 263 sampai 287 gram. Ketika melempar bola, para atlet menggunakan dua alat yang disebut ram dan antena. Ram adalah alat berbentuk papan luncur untuk menggulirkan bola. Sedangkan antena adalah alat yang berbentuk seperti stick biliar yang dipasang di mulut atau kepala untuk mengarahkan bola. "Para atlet Boccia tetap menggunakan alat bantu karena alat gerak para atlet, baik di tubuh bagian atas dan bawah, sama-sama pasif," ujar Bram.

    Pada Asian Para Games 2018, ada 7 nomor yang akan dipertandingkan, yaitu individu BC 1, individu BC2, individu BC3, individu BC4, Tim BC1 dan BC2, pasangan BC1 dan BC2, serta pasangan untuk BC4. Dari 7 nomor yang dipertandingkan itu, Indonesia akan mengikuti 5 nomor. "Sulit mencari atlet kategori BC3 karena di Indonesia belum ada," ujar Bram.

    Kualifikasi kelompok Boccia dikategorikan berdasarkan pemeriksaan keterbatasan gerak oleh Bisfed. BC1 adalah kualifikasi paling ringan untuk atlet Boccia, sedangkan paling berat adalah BC3. Sementara itu, BC4 adalah kualifikasi atlet dengan keterbatasan gerak di luar Celebral Palsy. "Kami menyebutnya under-impairment. Jadi keterbatasan gerak yang disebabkan kelainan ikutan dari suatu sakit, seperti atresia Bilier dan sebagainya," ujar Bram.

    Di Asian Para Games 2018, Indonesia akan menurunkan 8 atlet. Adapun seluruh peserta dari cabang olahraga ini sebanyak 87 atlet yang berasal dari14 negara. Salah satu tim Boccia terkuat menurut Bram adalah Thailand. "Pada kejuaraan dunia Boccia di Liverpool beberapa waktu lalu, Thailand mengantongi 3 medali emas dari 7 nomor yang dipertandingkan," ujarnya. Sementara itu, Indonesia baru pertama kalinya ikut serta dalam pertandingan Boccia bertaraf internasional.

    Baca juga:
    Asian Para Games 2018, Perlu Kursi Roda Khusus di Pesawat
    Penyandang Disabilitas Indonesia Pertama di Komite HAM PBB


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.