Senin, 17 Desember 2018

Menilik Prajurit TNI Disabilitas di Pusat Rehabilitasi Kemenhan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Pusat Rehabilitasi Kementerian Pertahanan Brigjen TNI dr Achmad Dewanto Sp.pd berpose di depan gedung Pusat Rehabilitasi Kementerian Pertahanan, Bintaro, Jakarta, 8 Agustus 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Kepala Pusat Rehabilitasi Kementerian Pertahanan Brigjen TNI dr Achmad Dewanto Sp.pd berpose di depan gedung Pusat Rehabilitasi Kementerian Pertahanan, Bintaro, Jakarta, 8 Agustus 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis


    Seorang prajurit TNI penyandang disabilitas yang mampu hidup mandiri setelah lulus dari Pusat Rehabilitasi Kementerian Pertahanan adalah Kopral Satu Nazori. Mantan anggota Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres di bagian kendaraan dan perakitan senjata ini mengalami kecelakaan tunggal pada 2007 dan mengalami kebutaan.

    "Satu setengah tahun setelah kejadian saya baru bergabung dengan Pusat Rehabilitasi. Sebelum bergabung, kondisi saya down sekali dan merasa sendiri, tapi setelah ke sini saya lebih bersyukur," ujar Nazori. Selama di Pusat Rehabilitasi, lelaki 42 tahun ini menjalani rehabilitasi baik medis dan psikologis.

    Koptu TNI Nazori saat melakukan pelatihan massage di gedung Pusat Rehabilitasi Kementerian Pertahanan, Bintaro, 8 Agustus 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Nazori juga belajar memijat di lembaga rehabilitasi Tunanetra milik Kementerian Sosial, Panti Sosial Bina Netra Tan Miyat, Bekasi. Dalam beberapa bulan Nazori sudah cakap menerapkan berbagai teknik pemijatan. Sekarang dia bahkan punya klinik sendiri di RS Suyoto sekaligus instruktur massage di Pusat Rehabilitasi Kementerian Pertahanan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".