Rabu, 17 Oktober 2018

Pelatihan Komputer dan Bisnis Online untuk Tunanetra

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyandang tunanetra menyusuri jalan raya saat mengikuti rally tongkat dalam rangka Hari Disabilitas Internasional di Bandung, Jawa Barat, 12 Desember 2017. Rally tongkat yang berjarak 7 km ini, peserta harus melewati jalan raya, trotoar hingga gang-gang sempit di dalam pemukiman warga. TEMPO/Prima Mulia

    Penyandang tunanetra menyusuri jalan raya saat mengikuti rally tongkat dalam rangka Hari Disabilitas Internasional di Bandung, Jawa Barat, 12 Desember 2017. Rally tongkat yang berjarak 7 km ini, peserta harus melewati jalan raya, trotoar hingga gang-gang sempit di dalam pemukiman warga. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Tunanetra Indonesia atau Pertuni kembali mengadakan pelatihan kemandirian bagi Tunanetra di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Para peserta Tunanetra akan dibekali pengetahuan berwirausaha menggunakan platform internet.

    Baca juga:
    Cara Tunanetra Belajar Memasak
    Tunanetra Nonton Film, Ikuti 3 Program Berikut

    "Pemanfaatan media online untuk berwirausaha akan dapat mengatasi kesulitan dan tantangan yang dihadapi tunanetra dalam melakukan mobilitas secara fisik," ujar Ketua Umum Pertuni, Aria Indrawati dalam siaran pers Pertuni, Kamis 2 Agustus 2018.

    Koordinator Pelaksana Pelatihan yang juga merupakan Ketua III Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertuni, Tri Bagio mengatakan pengetahuan yang diberikan adalah dasar pengoperasian komputer dengan pembaca layar –termasuk aplikasi mengetik, internet, sosial media, pengembangan kewirausahaan, hingga sosialisasi penggunaan perpustakaan yang berisi buku elektronik.

    "Sosialisasi buku elektronik ini sangat penting, karena merupakan salah satu cara pengembangan diri bagi Tunanetra dengan membaca buku, salah satu cara yang terakses adalah membaca buku-buku dalam format digital," ujar Tri Bagio, saat diwawancara Tempo, Rabu 1 Agustus 2018.

    Pembekalan terhadap Tunanetra dalam pelatihan itu dilaksanakan selama 5 hari, mulai 2 – 7 Agustus 2018, dan sebanyak 22 peserta sudah dipilih berdasarkan proses seleksi yang dilakukan Pertuni beberapa bulan lalu. "Enam orang peserta sudah memiliki kemampuan mengoperasikan komputer dengan pembaca layar cukup bagus. Mereka diharapkan dapat menjadi pembimbing bagi Tunanetra lainnya," kata Tri Bagio.

    Aria Indrawati menambahkan, dari waktu ke waktu pemerintah hanya mengajarkan tunanetra menjadi pemijat, yang kualitasnya tidak dapat memenuhi permintaan industri jasa pijat. "Tidak heran bila tunanetra di Indonesia masih kerap tertinggal dibandingkan masyarakat pada umumnya. Karena itu, diperlukan langkah-langkah afirmatif untuk meningkatkan kualitas hidup Tunanetra," ujar Aria.

    Sejak 2014, Pertuni sudah melakukan 6 kali pelatihan pengoperasian komputer dan bisnis online untuk Tunanetra di 10 kota besar di Indonesia. Mengutip data Kementerian Kesehatan, jumlah kebutaan di Indonesia sekitar 3,9 juta dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 265 juta jiwa. Jumlah kebutaan tadi mencakup buta total maupun lemah penglihatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.