Senin, 17 Desember 2018

Tunanetra Nonton Film, Ikuti 3 Program Berikut

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Front Page Cantik. Bioskop Bisik. Shutterstock

    Front Page Cantik. Bioskop Bisik. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Kehilangan kemampuan melihat bukan berarti tak bisa menikmati film. Sejumlah tunanetra secara mandiri maupun melalui komunitas atau lembaga mengadakan kegiatan nonton bareng untuk membuka wawasan tentang film. Ada relawan yang memberitahu tunanetra tentang kisah dalam film yang sedang diputar.

    Baca juga:
    Kaiden, Orang Indonesia Pertama Pembuat Tongkat tunanetra
    Mengenal The White Cane, Tongkat tunanetra dan Aneka Jenisnya

    Penggagas menonton film bagi tunanetra, Cici Suciati mengatakan kegiatan nonton bareng ini berawal dari kebutuhan tunanetra terhadap akses menonton film. Dari pengamatan Cici, menonton film dapat menambah perbendaharaan suara, pengetahuan, dan persepsi keadaan bagi tunanetra.

    "Saya teringat kata-kata seorang teman tunanetra tentang apa yang dilihat mereka dalam mimpi. Ternyata mereka tidak melihat gambar, hanya suara," ujar Cici kepada Tempo, Jumat 20 Juli 2018. Berawal dari pengalaman mimpi itu, Cici bersama CEO Perusahaan Digital Agency Think Web, Ramya Prajna membuat kegiatan bernama Bioskop Bisik pada Januari 2015.

    Kegiatan menonton film bagi tunanetra melibatkan relawan pembisik yang bertugas mendeskripsikan adegan tanpa dialog dalam film. Relawan diharapkan dapat memberikan gambaran umum agar tunanetra tidak kehilangan alur cerita. Seiring waktu, kegiatan menonton film bagi tunanetra bertambah. Saat ini ada tiga program kegiatan nonton film bagi tunanetra yang tercatat aktif dan tetap berjalan.

    1. Bioskop Bisik
    Kegiatan menonton film bagi tunanetra ini digagas oleh perusahaan agensi digital, Think Web yang dikomandoi Ramya Prajna. Bioskop Bisik merupakan program perintis bagi kegiatan menonton film tunanetra. "Bioskop Bisik merupakan inisiatif program pemberdayaan masyarakat terutama tunanetra," ujar Social Media Officer Think Web, Rheisma Siti Pratiwi yang kini bertanggung jawab terhadap kegiatan Bioskop Bisik.

    Keunikan Bioskop Bisik adalah melibatkan tunanetra secara aktif untuk kampanye inklusi film. "tunanetra juga bisa menonton film seperti masyarakat pada umumnya," ujar Rheisma. Bioskop Bisik memiliki penyajian tontonan yang cukup istimewa bagi tunanetra dan pembisiknya.

    Kegiatan ini pernah dilaksanakan di Istana Negara serta melibatkan Presiden Joko Widodo sebagai pembisik. Pada kegiatan selanjutnya, Bioskop Bisik sering dilibatkan dalam peluncuran film terbaru. Tidak jarang, selebriti diikutsertakan sebagai pembisik.

    2. Blind Date Cinema
    Menonton film bagi tunanetra merupakan kegiatan yang rutin dilakukan. Blind Date Cinema diadakan setiap ahad pekan kedua di sebuah bioskop mini milik café bernama Paviliun 28 di Jalan Petogogan I, Jakarta Selatan. "Setiap kelar menonton, tercipta ikatan yang kuat antara tunanetra dan relawan yang bercerita. Mereka bisa main musik dan bernyanyi sama-sama," ujar Koordinator Blind Date Cinema sekaligus Manajer Paviliun 28, Tania Samantha.

    Saking rutinnya, Blind Date Cinema pernah menjadi ajang pertemuan jodoh antara tunanetra dengan relawan pembisik. Sudah setahun lebih Blind Date Cinema diadakan, dan kegiatan ini masih terus berlangsung hingga saat ini.

    3. Komunitas Tunanetra Cinta Film Indonesia
    Kegiatan Komunitas Tunanetra Cinta Film Indonesia atau KTCFI bukan sekadar menonton film. Penggagasnya, Budi Sumarno memfasilitasi diskusi film bagi tunanetra dan relawan pembisiknya. "Kami menyediakan ruangan menonton dan diskusi di Sinematek untuk kegiatan KTCFI," ujar Budi Sumarno.

    Menurut Budi, terbentuknya KTCFI berangkat dari kesamaan hobi menonton film Indonesia zaman dulu. Film - film itu kemudian didiskusikan dari berbagai aspek. Komunitas ini rutin mengadakan acara nonton bersama dan diskusi setiap Rabu pekan kedua di ruang Sinematek, Gedung Pusat Perfilman H. Umar Ismail, Jalan Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".